Mini Fest Kemenag Gianyar, Satukan UMKM dan Budaya dalam Semangat Kemerdekaan

Putu Agus Adegrantika • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:38 WIB
MINI : Mini festival di Kantor Kemenag Gianyar.
MINI : Mini festival di Kantor Kemenag Gianyar.

BALIEXPRESS.ID - Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gianyar menggelar Mini Fest Kemenag Gianyar, Kamis (13/8). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kemenag Gianyar ini menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus panggung kolaborasi bagi pelaku UMKM, kelompok inklusi, dan pelestarian budaya lokal.


Mengusung tema “Bersama Membangun Ekonomi Umat Gianyar yang Hijau, Berdaya, dan Berbudaya”, Mini Fest hadir sebagai implementasi nyata program prioritas Kementerian Agama RI yang menekankan layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita, menegaskan bahwa peran Kementerian Agama tidak hanya terbatas pada pembinaan spiritual, tetapi juga harus menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat.


“Keagamaan tidak hanya berbicara tentang ritual dan spiritualitas, tetapi juga bagaimana menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Karena itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi bagian penting yang perlu terus diperkuat,” ujarnya.


Menurutnya, konsep “Hijau” dalam tema kegiatan merupakan implementasi Asta Protas Menteri Agama pada aspek penguatan ekoteologi. Nilai tersebut sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana, khususnya konsep Palemahan yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan lingkungan.

Baca Juga: Bakeuda Tabanan Ingatkan ASN Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu, Singgung Opsen PKB


Komitmen terhadap lingkungan diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mendorong pengelolaan sampah secara bertanggung jawab dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari praktik keagamaan.


Sementara itu, konsep “Berdaya” diwujudkan melalui dukungan terhadap penguatan ekonomi umat. Mini Fest menjadi ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku UMKM lokal Gianyar untuk menampilkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas.


Tak hanya melibatkan pelaku usaha umum, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi kelompok inklusi seperti Yayasan Anak Unik, Yayasan Bhakti Senang Hati, serta warga binaan Rutan Gianyar untuk memamerkan berbagai karya kreatif yang mereka hasilkan.


Wardhita menilai keterlibatan kelompok tersebut menjadi pesan penting bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah.


“Kehadiran dan karya mereka menegaskan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berkontribusi bagi ekonomi keluarga maupun daerah apabila diberikan ruang, kesempatan, dan pendampingan yang memadai,” katanya.

Baca Juga: Gerak Jalan HUT Kemerdekaan di Karangasem Berujung Duka, Siswa SMAN 2 Amlapura Meninggal


Di sisi lain, unsur “Berbudaya” menjadi benang merah yang menyatukan seluruh rangkaian kegiatan. Sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan seni budaya Bali, Gianyar dinilai memiliki kekuatan besar dalam menjadikan budaya sebagai sarana edukasi sekaligus penggerak ekonomi kreatif. 


Melalui penampilan Bondres dan Seka Gong Kemenag Gianyar, berbagai pesan tentang moderasi beragama, ekoteologi, dan pemberdayaan ekonomi umat dikemas secara menarik sehingga lebih mudah diterima masyarakat.


Selain menghadirkan hiburan dan edukasi, Mini Fest juga dirancang sebagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Berbagai layanan sosial turut disediakan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis hingga donor darah yang terbuka bagi seluruh pengunjung.


Rangkaian kegiatan Mini Fest sendiri telah dimulai sejak 11 Agustus 2026 melalui aksi sosial kebersihan lingkungan. Selanjutnya pada 12 Agustus dilaksanakan doa bersama, sebelum mencapai puncak acara pada 13 Agustus 2026.


Dengan konsep “Dari Rakyat untuk Rakyat”, Kemenag Gianyar berharap kegiatan ini mampu menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi masyarakat, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkokoh nilai budaya dan semangat kebersamaan.


Lebih dari sekadar festival, Mini Fest Kemenag Gianyar menjadi simbol sinergi antara nilai keagamaan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, dan kepedulian sosial yang tumbuh dalam semangat kemerdekaan.


Di tengah tantangan zaman, kolaborasi lintas sektor yang ditampilkan dalam Mini Fest menunjukkan bahwa pembangunan umat tidak hanya dilakukan melalui ceramah dan pembinaan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.


Melalui kegiatan ini, Kemenag Gianyar ingin membuktikan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari pemberdayaan UMKM, penguatan kelompok inklusi, kepedulian terhadap lingkungan, hingga pelestarian budaya sebagai identitas bangsa. *

Editor : Putu Agus Adegrantika
Sumber : adegrantika
mini fest kememag gianyar