Ida Bagus Made Viprajana, Ketua FKUB Termuda yang Merawat Harmoni Gianyar

Putu Agus Adegrantika • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:04 WIB
KETUA : Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Made Viprajana.
KETUA : Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Made Viprajana.

BALIEXPRESS. ID– Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, sosok Ida Bagus Made Viprajana, hadir sebagai figur muda yang dipercaya memimpin Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar. Lahir di Blahbatuh, Gianyar, pada 5 Maret 1987, ia mencatatkan diri sebagai salah satu Ketua FKUB termuda. Pada usia 35 tahun, dirinya telah dipercaya memimpin lembaga yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

 

Pria yang asli Gianyar ini memiliki perjalanan pendidikan yang unik. Meski tumbuh di lingkungan griya yang kental dengan nilai-nilai spiritual Hindu, ia justru mengawali pendidikan tinggi di bidang teknologi dengan menempuh studi S1 di STIKOM Bali. Namun panggilan untuk memperdalam ilmu agama membawanya melanjutkan pendidikan ke Universitas Hindu Indonesia (UNHI).

 

Semangat belajar yang tinggi mengantarkannya meraih gelar magister pada tahun 2013. Pada tahun yang sama, ia aktif dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada umat Hindu serta berinteraksi dengan banyak tokoh lintas agama. Pengalaman tersebut menjadi titik awal kedekatannya dengan FKUB, lembaga yang menaungi dialog dan kerja sama antarumat beragama.

Baca Juga: Konferensi Abal-abal dan Komoditas Akademik

Saat terjadi penyegaran kepengurusan FKUB pada tahun 2013, Viprajana diajak bergabung sebagai sekretaris yang menangani kesekretariatan. Posisi tersebut memberinya kesempatan memahami secara mendalam alur kerja organisasi, dinamika hubungan antarumat beragama, hingga berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

 

Berbekal pengalaman lebih dari satu dekade di FKUB, pada periode 2025–2030 ia dipercaya menjadi Ketua FKUB Kabupaten Gianyar. Kepercayaan itu lahir melalui kesepakatan bersama para tokoh lintas agama yang melihat kapasitas, dedikasi, serta kemampuannya membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

 

Selain memimpin FKUB, Viprajana juga aktif di dunia akademik dan organisasi keagamaan. Setelah meraih gelar doktor Ilmu Agama pada tahun 2025, ia menjadi dosen tidak tetap di UNHI serta mengemban tugas sebagai Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Gianyar. Peran ganda tersebut membuatnya mampu menjembatani dunia akademik, keagamaan, dan kehidupan sosial masyarakat.

 

Menurutnya, tugas FKUB sangat strategis karena berkaitan langsung dengan upaya menjaga kerukunan umat beragama. Melalui sosialisasi Peraturan Bersama Menteri (PBM) tentang pendirian rumah ibadah, dialog lintas agama, sarasehan pemuda, hingga penyerapan aspirasi masyarakat, FKUB berupaya membangun ruang komunikasi yang sehat di tengah keberagaman.

 

Ia menilai konflik sosial selalu berpotensi muncul dalam masyarakat yang dinamis. Karena itu, FKUB memiliki fungsi sebagai pendeteksi dini berbagai potensi gesekan yang dapat mengganggu keharmonisan. Berbagai persoalan yang muncul di masyarakat diupayakan diselesaikan melalui dialog dan pendekatan persuasif sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

 

“Kerukunan tidak terjadi dengan sendirinya. Kerukunan harus dirawat melalui komunikasi, saling memahami, dan saling menghormati,” jelasnya, dan menegaskan menjadi prinsip yang terus dipegangnya dalam menjalankan amanah sebagai Ketua FKUB.

 

Di bawah kepemimpinannya, Gianyar saat ini tercatat berada dalam kondisi yang kondusif dengan tingkat toleransi yang baik. Bahkan, hingga kini Kabupaten Gianyar dinilai berada pada posisi zero konflik terkait persoalan antarumat beragama. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat berjalan dengan baik.

 

Viprajana mengakui masih ada tantangan yang dihadapi FKUB, mulai dari keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap keberadaan lembaga tersebut hingga berbagai faktor eksternal yang memengaruhi pelaksanaan program. Namun ia bersyukur karena Pemerintah Kabupaten Gianyar dan Kementerian Agama memberikan dukungan yang kuat terhadap keberlangsungan FKUB.

 

Menurutnya, Gianyar menjadi salah satu daerah yang memiliki dukungan anggaran dan fasilitas yang sangat baik bagi FKUB. Ruang kerja yang representatif, dukungan program, serta keterlibatan FKUB dalam berbagai forum strategis menjadi modal penting untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

 

Tidak hanya itu, FKUB juga selalu dilibatkan dalam berbagai pembahasan lintas sektoral di Kabupaten Gianyar, termasuk dalam perumusan kebijakan yang berkaitan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan, pengamanan Natal dan Tahun Baru, serta isu-isu sosial yang memerlukan pertimbangan tokoh agama.

 

Dengan usia yang relatif muda dan semangat yang masih menyala, Ida Bagus Made Viprajana menjadi simbol regenerasi kepemimpinan dalam kehidupan beragama. Ia menunjukkan bahwa menjaga toleransi bukan hanya tugas para senior, melainkan juga tanggung jawab generasi muda yang memiliki visi besar untuk merawat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.*

Editor : Putu Agus Adegrantika
Sumber : adegrantika
Ketua Termuda fkub gianyar