Penyuluh Agama Hadir di RS, Berikan Penguatan Mental bagi Pasien dan Keluarga

Putu Agus Adegrantika • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:48 WIB
PENYULUHAN : Penyuluh Agama Hindu lakukan bimbingan penguatan mental pada keluarga pasien di RS.
PENYULUHAN : Penyuluh Agama Hindu lakukan bimbingan penguatan mental pada keluarga pasien di RS.

 
BALIEXPRESS.ID - Ketika sakit datang, dukungan mental dan spiritual menjadi kekuatan tersendiri bagi pasien maupun keluarga yang mendampingi. Hal inilah yang dilakukan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar melalui Penyuluh Agama Hindu dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan tatap muka kepada pasien serta keluarga pasien di salah satu RS swasta di Gianyar, Selasa (18/8).

Kegiatan yang berlangsung  pada tempat yang sedikit berbeda dari biasanya tersebut dilaksanakan di ruang ICU salah satu RS di Gianyar. Penyuluh Agama Hindu Ni Putu Sri Ari Wira Pertami dan Ari Mas Triya Sista hadir memberikan penguatan mental dan spiritual kepada pasien serta keluarga yang tengah menghadapi masa sulit akibat kondisi kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, kedua penyuluh memberikan pendampingan kepada keluarga pasien dan pasien, yang sedang menjalani perawatan. Bagi pasien dan keluarga, suasana rumah sakit, terlebih ruang ICU, tentu bukan situasi yang mudah. Karena itu, kehadiran penyuluh agama tidak hanya diarahkan pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memberikan ketenangan dan kekuatan batin.

“Kami juga sampaikan kepada keluarga pasien untuk tetap menjaga kesehatan diri selama mendampingi anggota keluarga yang sakit. Kami juga memberikan penguatan agar keluarga mampu menjalani proses perawatan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan,” jelas Putu Sri.

Baca Juga: HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan

Doa dan harapan untuk kesembuhan pasien turut menjadi bagian dari pendampingan. Pesan spiritual diberikan agar pasien maupun keluarga tetap memiliki keyakinan dan keteguhan hati dalam menghadapi proses pengobatan.

Pendampingan tersebut mendapat sambutan baik dari pasien dan keluarga. Kegiatan berlangsung lancar hingga selesai, menciptakan suasana yang lebih tenang di tengah proses perawatan.

Melalui bimbingan penyuluhan di rumah sakit, Kementerian Agama Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa pelayanan keagamaan tidak hanya hadir di tengah masyarakat dalam kondisi sehat, tetapi juga menjangkau mereka yang sedang menghadapi ujian sakit.

“Ini juga menjadi bentuk kepedulian sekaligus pengingat bahwa di tengah perjuangan proses pengobatan, pasien dan keluarga tidak berjalan sendirian. Dukungan, doa, dan penguatan spiritual diharapkan dapat menjadi sumber keteguhan untuk menjalani setiap proses dengan sabar dan Ikhlas,” tutupnya. *

Editor : Putu Agus Adegrantika
Sumber : adegrantika
penguatan mental peyuluh agama