Pengujian Kapasitas Mesin RDF di TPST Mengwitani, Bupati Badung Pastikan Pengolahan Sampah Optimal

I Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:11 WIB
Pengujian Kapasitas Mesin RDF di TPST Mengwitani
Pengujian Kapasitas Mesin RDF di TPST Mengwitani

 

BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung terus memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis teknologi sebagai bagian dari komitmen mewujudkan sistem persampahan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pengujian kapasitas mesin Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mengwitani, pada Selasa (18/8). Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Made Rai Warastuthi, beserta jajaran terkait.

 

Pihaknya mengatakan, saat ini di TPST Mengwitani baru memiliki satu mesin RDF. Rencananya akan dilakukan penambahan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah.

 

“Sementara ini untuk baru tersedia satu mesin RDF dengan kapasitas 100 ton per hari. Dan kita rencananya juga akan menyiapkan lagi dua mesin dengan kapasitas masing-masing 100, sehingga totalnya ada 300 ton/per hari,” jelas Bupati Adi Arnawa.

 

Dirinya menyampaikan, pengoperasian satu unit mesin RDF telah menunjukkan perubahan yang sangat signifikan dalam penanganan sampah di Kabupaten Badung. Ia berharap penambahan dua unit mesin RDF lainnya, yang saat ini masih dalam tahap uji coba dapat semakin mengoptimalkan pengelolaan sampah hingga persoalan lingkungan di Badung dapat tuntas sepenuhnya.

 

“Kelihatannya dari satu mesin ini yang berkapasitas 100 ton saja sudah terjadi perubahan yang sangat signifikan, terutama dalam penanganan sampah yang ada di Badung. Mudah-mudahan dengan penambahan dua mesin lagi yang sedang dicoba, persoalan sampah di Badung benar-benar bisa tuntas,” paparnya.

 

Di sisi lain, Bupati Adi Arnawa juga mengimbau masyarakat agar tetap konsisten melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber. Langkah ini dinilai akan membuat proses penanganan di hilir menjadi jauh lebih cepat dan efektif. Ia menegaskan, kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

 

“Walaupun kita sudah memiliki mesin seperti sekarang ini, saya tetap berharap dukungan masyarakat itu penting. Bagaimanapun juga, kita tidak bisa tergantung dengan mesin saja, tetapi dukungan dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan serta memilah sampah sangat diperlukan. Kalau ini sudah dilakukan masing-masing masyarakat, saya kira akan jauh lebih efektif mesin-mesin yang akan kita persiapkan,” pungkasnya.

Editor : Wiwin Meliana
bupati badung sampah