Antisipasi Lonjakan Harga, Disperpa Badung Kembangkan Cabai Seluas 42 Hektare

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:34 WIB
Kadisperpa Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana saat meninjau pengembangan cabai, Rabu (19/8). (ist)
Kadisperpa Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana saat meninjau pengembangan cabai, Rabu (19/8). (ist)

BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) kini bergerak cepat mengantisipasi kelangkaan cabai.

Hal ini lantaran pasokan bahan pokok tersebut sering mengalami kelangkaan yang menyebabkan kenaikan harga di musim hujan.

Untuk itu, Disperpa Badung menyiapkan program pengembangan cabai di lahan seluas 42 hektare.

Baca Juga: Bantuan Nutrisi Disalurkan untuk Balita Berisiko Stunting di Denpasar

Program tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Mengwi, Abiansemal, dan Petang.

Kadisperpa Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana mengatakan, penanaman dilakukan secara bertahap mulai Agustus hingga Desember 2026.

Target produksi tersebut disesuaikan dengan luas lahan yang telah disiapkan.

Baca Juga: Bukan Sekedar Cepat, Wartawan Wajib Tulis Berita Berimbang dan Sesuai Fakta

"Total target produksi 10 ton per hektare dikali 42 hektare, jadi ditargetkan produksi 420 ton," ujar Raka Sukadana, Kamis (20/8).

Raka Sukadana menerangkan, sarana produksi telah didistribusikan sejak akhir Juli 2026.

Saat ini petani masih menjalankan proses pembibitan yang membutuhkan waktu sekitar 20–25 hari.

Baca Juga: Menembus Ombak, Mantri BRI Hadirkan Layanan Perbankan di Kepulauan Maluku Utara

Di sisi lain, pengolahan lahan, pemasangan mulsa, dan pemupukan telah dilakukan.

“Rencana tanggal 26 kalau benih sudah siap tanam akan dilaksanakan gerakan tanam cabai," paparnya.

Untuk Kecamatan Mengwi, pengembangan cabai tersebar di sejumlah kelompok tani dan subak.

Lokasinya meliputi Kelompok Manik Pertiwi 2 hektare, Subak Perang 2 hektare, Subak Guming 2 hektare, Kelompok Bina Mandiri 2 hektare, Subak Lepud 4 hektare, Subak Babakan 2 hektare, Babakan Sorangan 2 hektare, Tinjak Menjangan 1 hektare, serta Kelompok Tani Merta Nadi 1 hektare.

Salah satu lokasi yang akan segera melaksanakan gerakan tanam berada di Subak Lepud, Desa Baha, Kecamatan Mengwi, dengan luas lahan mencapai 4 hektare.

Sementara di Kecamatan Abiansemal, penanaman mencakup Subak Blahkiuh 2 hektare, Citra 2 hektare, Tanah Putih 2 hektare, dan Umasangiang 2 hektare. Adapun di Kecamatan Petang, pengembangan dilakukan di Subak Wana Sari, Semanik Sari, dan Sedana Winangun masing-masing 5 hektare, serta Munduk Samuan 1 hektare.

Pengembangan cabai di Subak Lepud terbagi dalam delapan munduk.

Setiap munduk mengelola lahan sekitar 50 are dengan melibatkan 10 petani.

Sehingga sekitar 80 petani yang terlibat dalam pengembangan cabai di lahan seluas 4 hektare tersebut.

Dalam pengembagan cabai, pihaknya mengaku, para petani menggunakan varietas Caliber dengan produktivitas yang ditargetkan mencapai 10 ton per hektare.

Dari oengembangian tersebur Subak Lepud diproyeksikan menghasilkan sekitar 40 ton cabai pada Oktober-November 2026.

Tak hanya mendorong produksi, Diperpa Badung juga menyiapkan strategi penyerapan hasil panen agar produksi petani memiliki pasar yang jelas.

Salah satunya melalui kerja sama dengan Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana.

"Strategi kami menjalin dan menggandeng kerja sama dengan Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana untuk membeli hasil panen petani, di samping petani menjual ke pengepul maupun langsung memasarkan ke pasar," jelasnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
cabai badung Disperpa