Pembudidaya Lokal Badung Kebagian Pasar, Hasil Ikan Diserap untuk 6.200 Paket Gemarikan

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:50 WIB
Sejumlah paket Gemarikan hasil kolaborasi pembudidaya ikan lokal Kabupaten Badung. (ist)
Sejumlah paket Gemarikan hasil kolaborasi pembudidaya ikan lokal Kabupaten Badung. (ist)

BALIEXPRESS.ID - Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kabupaten Badung tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat.

Program ini juga menjadi pasar bagi pembudidaya maupun pengolah ikan lokal.

Hal ini terbukti dengan penyaluran 6.200 paket Gemarikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Baca Juga: Rumah Adat Sridandan dan Msegali, Dirancang Sekolah Adat Manik Empul, Gunakan Ratusan Bambu

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana mengatakan, dalam baku paket olahan ikan dalam program Gemarikan berasal dari pembudidaya dan pengolah lokal.

Hal ini berasa dari kolaborasi Kelompok Ikan Tunjung Putih dengan kelompok pembudidaya di Kabupaten Badung guna pemenuhan bahan baku.

“Sehingga program ini juga turut mendukung sektor perikanan lokal," ujar Suardana, Kamis (20/8).

Baca Juga: Perkuat Layanan Kesehatan untuk Masyarakat dan Wisatawan, Diskes Badung Tingkatkan Kesiapsiagaan

Pihaknya menyebutkan, paket Gemarikan tersebut berisi ikan nila, ikan lele, hingga abon tuna yang siap dikonsumsi.

Hasil budidaya dan olahan masyarakat lokal tersebut kemudian disalurkan sebagai bagian dari program pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

"Tahun ini, Pemkab Badung menargetkan penyaluran 2.000 paket olahan ikan untuk pencegahan stunting. Paket tersebut dibagikan dalam 10 tahap di 10 desa sasaran, dengan masing-masing desa mendapat 200 paket,” ungkapnya.

Baca Juga: Komit Bangun Ekosistem Ekonomi, Bupati Adi Arnawa Hadiri HUT BKS-LPD Badung

Secara khusus paket ini diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Selain itu, pihaknya juga rutin menyalurkan 350 paket olahan ikan setiap bulan.

Sasarannya balita yang membutuhkan peningkatan status gizi atau berpotensi mengalami stunting.

"Jika digabung dengan berbagai kegiatan distribusi lainnya sepanjang 2026, total paket olahan ikan yang akan disalurkan kepada masyarakat Badung mencapai 6.200 paket,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, Gemarikan tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi hasil budidaya dan olahan ikan lokal untuk terserap.

Pembudidaya dan pengolah  ikan Badung pun ikut mendapat manfaat dari program pemerintah tersebut. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
pembudidaya gemarikan lokal ikan badung