Kronologi Kematian PMI Asal Bangli di Jepang, Tak Pernah Cerita Ada Masalah

I Made Mertawan • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:57 WIB
Putu Ayu Meita Widyastuti.
Putu Ayu Meita Widyastuti.

BALIEXPRESS.ID – Putu Ayu Meita Widyastuti, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Palaktiying, Desa Landih, Kabupaten Bangli, ditemukan meninggal dunia di apartemen tempat tinggalnya di Jepang.

Berdasarkan hasil autopsi pihak berwenang di Jepang, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh remaja 19 tahun itu. Korban diduga meninggal akibat bunuh diri.

Dugaan tersebut masih menyisakan tanda tanya bagi keluarga. Selama berada di Jepang, Meita tidak pernah menyampaikan adanya persoalan yang sedang dihadapi.

Baca Juga: Tiga Pria Diamankan Usai Keributan di Warung Karangasem, Ini Pemicunya!

Komunikasi dengan keluarga juga masih rutin dilakukan, bahkan hampir setiap hari melalui telepon.

Bibi korban, Ni Wayan Nangi, mengatakan Meita justru kerap menceritakan aktivitasnya selama berada di Jepang. Meita juga mengaku menikmati pekerjaannya di Negeri Sakura.

“Hampir setiap hari nelpon adik dan keluarga lainnya. Kalau sudah pulang kerja, nelpon,” ujar Nangi saat ditemui di rumah duka, Senin (25/8/2026).

Baca Juga: Dua Pelaku Pencurian Aki Truk Dibekuk Polres Klungkung, Beraksi di Tiga Kabupaten

Bekerja di Jepang memang menjadi impian Meita. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 2 Bangli, ia mengikuti pelatihan di salah satu Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Bangli sebagai persiapan sebelum berangkat ke Jepang.

Meita terbilang baru menjalani kehidupan sebagai PMI. Ia yang sebenarnya terikat kontrak selama 3 tahun diberangkatkan ke Jepang pada 1 Juli 2026 dan tiba sehari setelahnya.

Baca Juga: Tak Perlu Menunggu Tanpa Kepastian, Masyarakat Rasakan Manfaat Pengukuran Terjadwal Saat Sertipikasi

Sebelum bekerja di perusahaan pemotongan daging, Meita mengikuti pelatihan di Training Center AO.

Ia kemudian mulai bekerja pada 6 Agustus 2026. Namun, belum genap dua pekan bekerja, Meita ditemukan meninggal dunia di apartemen tempat tinggalnya pada 16 Agustus 2026.

Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta membenarkan adanya PMI asal Bangli yang meninggal dunia di Jepang.

Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, Meita sempat tidak masuk kerja sebelum ditemukan meninggal.

Pihak perusahaan yang mengetahui ketidakhadiran korban kemudian menghubungi Training Center untuk melakukan pengecekan ke apartemen.

Sekitar pukul 09.26 waktu Jepang, pihak Training Center tiba di apartemen korban. Saat itu, pintu kamar dalam kondisi terkunci.

Setelah berkoordinasi dengan pihak perusahaan, pintu apartemen kemudian dibuka. Meita ditemukan sudah meninggal dunia di kamar mandi.

Informasi lain diperoleh dari salah seorang rekan kerja korban. Sebelum kejadian, Meita disebut sempat sarapan pada pagi hari sebelum jadwal berangkat kerja.

Namun, karena Meita tak kunjung datang setelah ditunggu, rekan kerjanya tersebut akhirnya berangkat lebih dahulu. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
PMI meningal bangli kronologi