BALIEXPRESS.ID – Presiden RI Prabowo Subianto resmi meluncurkan dan melakukan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Site Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
Didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, Prabowo menandai dimulainya proyek energi surya yang menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar minyak (BBM).
PLTS Gilimanuk memiliki kapasitas 300 MWp dengan dukungan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1.000 MWh. Proyek tersebut membutuhkan lahan sekitar 321 hektare dan investasi mencapai Rp9,157 triliun.
Energi yang dihasilkan diproyeksikan mencapai 470 GWh per tahun. Pengoperasian PLTS-BESS ini juga ditargetkan mampu menghemat penggunaan BBM hingga 151 ribu kiloliter per tahun.
Proyek PLTS Gilimanuk akan terhubung dengan jaringan SUTT 150 kV Negara-Gilimanuk dan ditargetkan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 2028.
Program tersebut merupakan bagian dari agenda pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya swasembada energi dan hilirisasi. Secara nasional, tahap awal program PLTS mencakup 14 lokasi dengan total kapasitas sekitar 5,2 GWp.
Selain Gilimanuk, proyek tersebut mencakup PLTS Madura, Cirata, Jatigede, Jatiluhur, Lahan Bank Tanah, Desa Sembur, Rengit, Tembesi, Gajah Mungkur, Saguling, Karangkates, Banyuwangi, dan Pasuruan.
Secara keseluruhan, Program PLTS 100 GWp membutuhkan investasi sekitar Rp1.140 triliun. Pemerintah memperkirakan program ini berpotensi menghasilkan penghematan BBM hingga Rp73,9 triliun per tahun serta membuka jutaan kesempatan kerja di sektor konstruksi dan manufaktur.
Dalam peluncuran tersebut, Prabowo menegaskan PLTS 100 GWp merupakan langkah besar untuk mewujudkan kemandirian energi Indonesia.
“Ini merupakan program untuk mewujudkan kemandirian energi Indonesia. PLTS 100 GWp ini ditargetkan dapat tercapai dalam waktu tiga tahun, bahkan dapat lebih cepat,” ujar Prabowo.
Peluncuran di Gilimanuk turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, serta sejumlah pejabat terkait.
Editor : Wiwin Meliana