Kebakaran Hanguskan Warung di Pengotan Bangli Malam Hari, Sempat Dikira Bakar Sampah

I Made Mertawan • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 08:09 WIB
Sebuah warung sembako di Banjar Dajanumah, Desa Pengotan, Kabupaten Bangli mengalami kebakaran pada Kamis (3/9/2026) malam. (Ist)
Sebuah warung sembako di Banjar Dajanumah, Desa Pengotan, Kabupaten Bangli mengalami kebakaran pada Kamis (3/9/2026) malam. (Ist)

BALI EXPRESS.ID- Kebakaran melanda sebuah warung sembako di Banjar Dajanumah, Desa Pengotan, Kabupaten Bangli pada Kamis (3/9/2026) malam.

Api yang muncul sekitar pukul 19.00 Wita itu dengan cepat membesar hingga menghanguskan warung milik I Ketut Marayasa, 34.

Kepulan asap pekat dan kobaran api sempat mengejutkan warga sekitar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun seluruh isi warung ludes terbakar. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp30 juta.

Baca Juga: PLTS Bangli Bakal Dikelola PLN, Bupati Sedana Arta Sambut Baik

Api pertama kali diketahui I Wayan Parma, 58. Saat itu, Parma baru keluar dari gudang untuk menyalakan lampu.

Pandangannya kemudian tertuju pada api kecil yang muncul dari warung milik Marayasa.

"Saya kira Pak Ketut lagi bakar sampah, tapi kok apinya makin besar. Saya langsung teriak manggil dan lari kasih tahu ke rumahnya," tutur Parma.

Baca Juga: Banggar DPRD Sepakati Target PAD Karangasem Naik Rp26 Miliar pada 2026

Warga bersama korban dan perangkat desa kemudian berupaya meminta bantuan. Laporan kebakaran diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bangli.

Sekitar 20 menit kemudian, dua unit mobil pemadam tiba di lokasi. Petugas langsung berjibaku memadamkan kobaran api yang sudah membesar.

Baca Juga: CCTV Pemkab Klungkung Banyak Tak Berfungsi, Dewan Desak Segera Dibenahi

Setelah sekitar satu jam penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 20.00 Wita.

Usai api padam, Unit Identifikasi Polres Bangli melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah kabel yang hangus terbakar diamankan sebagai barang bukti.

Dari pemeriksaan awal, polisi menduga kebakaran dipicu korsleting pada instalasi listrik.

Untuk memastikan penyebabnya, Sat Reskrim Polres Bangli masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi, di antaranya Parma dan Ni Wayan Sami, 51, warga sekitar.

Kapolres Bangli AKBP Anggun Adhika Putra bersama para pejabat utama Polres Bangli juga mendatangi lokasi setelah menerima laporan.

Ia melihat langsung kondisi warung yang telah menjadi puing serta menemui Marayasa.

"Kami hadir untuk memastikan semuanya tertangani dengan baik. Mohon bersabar, saat ini kasusnya sudah kami serahkan ke Sat Reskrim untuk penyelidikan lebih lanjut," ujar Anggun kepada korban.

Anggun sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik.

"Cek instalasi listrik secara berkala. Jangan tinggalkan rumah atau warung dalam keadaan arus listrik menyala jika tidak perlu. Ini pelajaran bagi kita semua agar lebih hati-hati," pesannya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
kebakaran warung bangli korsleting listrik