BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung kini berencana mengurangi kemacetan jalan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai,
Rencananya akan ada beberapa perubahan dalam penataan arus lalu lintas tersebut, seperti peniadaan jalur putar balik dan tanpa traffic light.
Rancangan penataan ini pun telah dibahas dengan PT Angkasa Pura, termasuk CEO dan General Manager (GM) pengelola bandara.
Baca Juga: 6.943 Keluarga di Tabanan Masuk Desil 1, Ketua DPRD Dorong Pengentasan Kemiskinan
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa mengatakan, rencana penataan jalan di kawasan bandara saat ini masih dalam proses penyempurnaan desain.
Kendati demikian, skema besar rekayasa lalu lintas sudah mulai disepakati bersama.
"Ini masih sedang ada perubahan desain. Tapi yang jelas, itu akan ada penataan. Rencananya tidak ada U-turn (putar balik) lagi dan tidak ada traffic light. Semua akan bergerak continuously (terus mengalir)," ujar Adi Arnawa, Rabu (16/9).
Baca Juga: Enam Tahun Vakum, TI Buleleng Bidik Emas Porprov Lewat Singaraja Open
Pihaknya menyebutkan, peniadaan lampu lalu lintas dan putaran balik dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan yang kerap memicu kemacetan.
Hal ini terutama terjadi pada jam-jam sibuk penerbangan.
Dalam gambar rancangan sementara, Pemkab Badung mendorong pelebaran di beberapa titik krusial. Salah satunya adalah pengaturan akses dari dan menuju kawasan Kartika Plaza.
Baca Juga: Modus Janjikan Kerja ke Jepang, Pria Buleleng Tipu Istri Siri Rp31 Juta
"Kendaraan dari arah bandara nantinya tidak diperbolehkan langsung memotong jalur menuju Kartika Plaza untuk menghindari kemacetan. Namun, akses dari Kartika Plaza menuju bandara tetap dibuka dengan mekanisme alur lalu lintas khusus," ungkapnya.
Selain itu, Adi Arnawa juga menerangkan, arus kendaraan dari arah timur menuju barat akan langsung diarahkan lurus masuk ke kawasan bandara.
Rencana penataan ini juga akan memanfaatkan lahan kosong milik Desa Adat Kelan atau Tuban yang berada di sisi utara untuk dijadikan boulevard atau jalur pengurai.
"Area Tuban nantinya akan diberlakukan sistem satu arah (one way), sementara jalur utama penghubung lainnya tetap dipertahankan dua arah dengan rekayasa lalu lintas yang presisi," paparnya.
Lebih lanjut dirinya menyatakan, hasil masukan dari pertemuan yang telah dilakukan akan diserahkan kembali kepada tim konsultan ahli transportasi .
Nantinya akan dilakukan dikaji ulang sebelum akhirnya diimplementasikan secara resmi di lapangan.
"Rencana penataan arus lalu lintas ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi kenyamanan pariwisata Bali," jelasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga