Pembangunan Sasana Budaya Bangli Berlanjut, Nilai Proyek Rp14,95 Miliar

I Made Mertawan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 06:43 WIB
Proyek pembangunan gedung di sasana budaya mulai dikerjakan sejak sekitar sebulan lalu. (I Made Mertawan/Bali Express)
Proyek pembangunan gedung di sasana budaya mulai dikerjakan sejak sekitar sebulan lalu. (I Made Mertawan/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID- Pemkab Bangli melanjutkan pembangunan sasana budaya yang berlokasi di lingkungan Pekuwon, Kelurahan Cempaga, Bangli tahun ini. Proyek itu sudah dimulai sekitar sebulan lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PUPR Perkim Bangli, I Komang Ariana mengatakan pembangunan tahun ini berupa gedung tertutup. 

Posisinya di sisi utara. Gedung yang dirancang tidak bertingkat tersebut nantinya memiliki sejumlah fungsi untuk mendukung aktivitas di kawasan sasana budaya.

Baca Juga: Uniknya Ayunan Tradisional Bangbang, Warisan Galungan Sejak 1940

“Fungsinya nanti ada dipergunakan sebagai kantor biar daerah di kawasan sasana budaya terpelihara. Rencana Disparbud di sana,” kata Ariana ditemui pada Rabu (16/9).

Selain sebagai kantor pemerintahan, gedung tersebut disiapkan untuk memfasilitasi kegiatan dengan kapasitas besar di sasana budaya, di antaranya untuk pertemuan tertutup, berbagai perlombaan dan lainnya.

Menurut Ariana, pembangunan gedung ditargetkan rampung tahun ini. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari penataan dan pemanfaatan kawasan dasana budaya secara keseluruhan. "Anggaran dari BKK provinsi," sebutnya.

Baca Juga: Tradisi Memalang-Malangan di Desa Adat Mantring, Diwarnai Megibung dan Mepantig

Berdasarkan papan proyek di lokasi, kegiatan pembangunan tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp14.946.150.000.

Proyek dikerjakan CV Bangun Pertiwi dengan masa pelaksanaan selama 120 hari.

Baca Juga: Tirta Gangga Art Festival 2026, Sepekan Pesta Seni dan Budaya Bali di Karangasem

Pembangunan gedung ini menjadi bagian dari kelanjutan penataan kawasan sasana budaya yang telah dilakukan Pemkab Bangli sejak 2023.

Pada 2024, pemerintah daerah melanjutkan penataan dengan pekerjaan di antaranya penyelesaian panggung terbuka, tribun penonton, hingga kori kayon.

Pada 2025 pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan pembangunan di kawasan tersebut. Pembangunan kembali dilanjutkan tahun ini. "Tahun 2027 belum tahu," jelas Ariana. (*)

Editor : I Made Mertawan
Sasana budaya bangli