BALIEXPRESS.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli selama ini kesulitan menjaga rumput di Alun-Alun Bangli tetap hijau.
Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya pemanfaatan area tersebut untuk berbagai kegiatan, baik oleh sekolah maupun masyarakat umum. Akibatnya, beberapa bagian rumput tampak gundul.
Kepala DLH Bangli Putu Ganda Wijaya mengatakan kemarau panjang turut membuat kondisi rumput memburuk.
Baca Juga: InJourney Hospitality Raih Enam Penghargaan BTA 2026
Kerusakan semakin parah ketika area tersebut digunakan untuk berbagai aktivitas. "Kemarau panjang, ada permainan, tambah parah kerusakan rumput," sebutnya.
Terbaru, Ganda telah berkomunikasi dengan pihak SMAN 1 Bangli dan SMKN 1 Bangli agar tidak menggunakan area rumput sebagai tempat siswa berolahraga.
Selain dua sekolah tersebut, sejumlah sekolah lain, baik SMP maupun SD, juga dicurigai kerap menggunakan area rumput untuk berolahraga. Namun, Ganda mengaku belum bisa memastikannya.
Baca Juga: Uniknya Ayunan Tradisional Bangbang, Warisan Galungan Sejak 1940
"Setelah komunikasi langsung, sekarang SMAN 1 sudah tidak lagi. SMKN 1 saya belum sempat cek," kata pejabat asal Lingkungan Tegal, Kelurahan Bebalang, Bangli ini, Rabu (16/9/2026).
Menurut Ganda, DLH sebenarnya telah memasang leaflet di sejumlah titik di area rumput.
Baca Juga: Tradisi Memalang-Malangan di Desa Adat Mantring, Diwarnai Megibung dan Mepantig
Leaflet tersebut berisi larangan bermain sepak bola, bersepeda, menggunakan mobil-mobilan dan aktivitas sejenis yang dapat merusak rumput.
Larangan tersebut belum sepenuhnya dipatuhi pengunjung. "Leaflet tetap ada, orang bermain tetap jalan," jelasnya.
Ke depan, pengawasan terhadap pemanfaatan area rumput akan melibatkan Satpol PP. Ganda juga berharap masyarakat maupun pengunjung memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga kondisi Alun-Alun Bangli.
"Kalau untuk duduk saja sambil menikmati pemandangan alun-alun tidak masalah," tegasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan