Sempat Batuk sebelum Diving, WNA Malaysia Meninggal Dunia di Nusa Penida

I Wayan Adi Prabawa • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 06:37 WIB
Siti Nuraini Binti Rusidi dievakuasi setelah mengalami insiden di salah satu objek wisata yang ada di Nusa Penida, Klungkung, Rabu (16/9/2026). (ist)
Siti Nuraini Binti Rusidi dievakuasi setelah mengalami insiden di salah satu objek wisata yang ada di Nusa Penida, Klungkung, Rabu (16/9/2026). (ist)

BALIEXPRESS.ID - Seorang wisatawan mancanegara (WNA) asal Malaysia meninggal dunia setelah mengalami masalah saat melakukan aktivitas menyelam (diving) di perairan Crystal Bay, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Rabu (16/9/2026).

Korban diketahui bernama Siti Nuraini Binti Rusidi. Sebelum menyelam di Crystal Bay, korban bersama rombongan terlebih dahulu melakukan aktivitas diving di kawasan Manta Bay.

Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa mengatakan, sebelum melakukan penyelaman pertama, korban sempat terlihat batuk-batuk.

Baca Juga: Tari Baris Paku, Warisan Sakral Leluhur Banjar Adat Sabang

Pemandunya kemudian menanyakan kondisi korban, namun korban menyatakan masih mampu mengikuti kegiatan sehingga penyelaman tetap dilakukan.

Setelah dari Manta Bay, rombongan melanjutkan aktivitas ke Crystal Bay. Setibanya di lokasi, pemandu kembali memastikan kondisi korban dan menawarkan pilihan untuk tetap berada di boat. Korban kembali menyatakan ingin mengikuti penyelaman.

Saat berada di bawah permukaan laut, rombongan sempat menghadapi arus cukup kuat.

Baca Juga: Tradisi Mapeed Desa Adat Sukawati, Berjalan Beriringan Mendak Tirtha, Ada Sejak Abad ke-18

Kondisi semakin sulit ketika muncul arus kedua yang lebih kencang hingga membuat beberapa penyelam terbawa arus.

Dalam situasi tersebut, salah seorang guide meminta korban tetap berada di posisinya sementara dia mencari anggota rombongan lainnya.

Baca Juga: Jaga Keamanan Daerah Pariwisata, Adi Arnawa Bakal Libatkan Pecalang

Setelah arus mereda, korban kemudian ditemukan sedang menyelam bersama guide lainnya.

“Korban sempat memberikan isyarat kehabisan oksigen dan terlihat panik. Korban juga sempat melepaskan alat pernapasannya. Guide kemudian memberikan alat pernapasan miliknya dan membantu korban naik ke permukaan,” ujarnya.

Sesampainya di boat, korban masih memberikan respons, saksi melihat korban mengeluarkan busa dari hidung dan mulut.

Korban selanjutnya segera dibawa menuju Dive Concepts Lembongan untuk mendapatkan penanganan medis.

Petugas dari Klinik Nusa Medika kemudian melakukan penjemputan. Saat dalam perjalanan menuju lokasi, kondisi korban semakin memburuk hingga tidak lagi memberikan respons. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Berdasarkan keterangan dari tim Nusa Medika, korban diduga kuat mengalami henti napas. Namun, penyebab pasti kematian masih belum dapat dipastikan,” lanjutnya.

Jenazah korban kemudian diberangkatkan dari Pelabuhan Syahbandar Desa Jungutbatu menuju Sanur sekitar pukul 17.00 Wita. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bali Mandara untuk penanganan lebih lanjut.

Pihak keluarga disebut akan melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Sementara itu, kasus tersebut masih ditangani Unit Reskrim Polsek Nusa Penida. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
Wisatawan Meninggal klungkung nusa penida