Mantan Perbekel Sayan, I Made Andika Menyusuri Persaudaraan Lewat Vespa

Putu Agus Adegrantika • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 17:31 WIB
Made Andika
BALIEXPRESS.ID - Bagi sebagian orang, kendaraan hanyalah alat transportasi. Namun bagi I Made Andika, mantan Perbekel Desa Sayan, Ubud, Vespa tua memiliki makna yang jauh lebih dalam. Di balik suara khas mesin dan tampilannya yang klasik, ia menemukan nilai persaudaraan, solidaritas, dan kekeluargaan yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
 
Sebelum jatuh hati pada Vespa, Andika mengaku sempat menggeluti hobi motor besar atau moge selama kurang lebih lima tahun. Namun hampir tiga tahun terakhir, pilihannya beralih ke Vespa klasik. Keputusan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, komunitas Vespa menawarkan pengalaman yang berbeda, di mana rasa kebersamaan dan kepedulian antarsesama sangat terasa dalam setiap perjalanan.
 
“Yang saya rasakan saat ride menggunakan Vespa tua adalah solidaritas yang sangat tinggi. Ikatan persaudaraan dan kekeluargaan di komunitas Vespa begitu kuat,” ungkap Andika, Minggu (20/9). 
 
 
Hobi tersebut telah membawanya menjelajahi berbagai daerah di Indonesia. Lombok menjadi salah satu destinasi yang pernah disinggahi. Selain itu, ia juga telah melakukan perjalanan melintasi sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga mencapai Yogyakarta, yang menjadi titik perjalanan terjauh yang pernah ditempuhnya menggunakan Vespa.
 
Meski demikian, semangat petualangannya belum berakhir. Andika telah menyiapkan rencana perjalanan berikutnya bersama komunitas Holyscoot. Jika tidak ada halangan, tahun depan ia berencana melakukan perjalanan menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya ke kawasan Pura Agung Tambora. Baginya, perjalanan bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang menikmati proses, memperluas persahabatan, serta mengenal lebih dekat budaya dan kehidupan masyarakat di berbagai daerah.
 
Di tengah kesibukannya menyalurkan hobi, perhatian Andika terhadap Desa Sayan tetap tidak pernah surut. Sebagai mantan pemimpin desa, ia berharap kepala desa yang terpilih dan dilantik nantinya mampu menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai prioritas utama.
 
Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki pemikiran mendasar tentang apa yang dapat dipersembahkan untuk kemajuan desa, bukan sekadar memikirkan apa yang bisa diperoleh dari jabatan yang diemban. Ia juga berharap berbagai program yang telah berjalan dengan baik dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh pemimpin berikutnya.
 
Salah satu yang menjadi perhatian Andika adalah penguatan kualitas sumber daya manusia serta keberlanjutan Program Desa Wisata Berkelanjutan yang selama ini menjadi salah satu unggulan Desa Sayan. Program tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya, lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Andika, filosofi yang ia temukan dalam perjalanan Vespa sejatinya tidak jauh berbeda dengan membangun desa.
 
Keduanya membutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan komitmen untuk terus bergerak maju. Melalui semangat itu, ia berharap Desa Sayan dapat terus berkembang menjadi desa yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi identitas masyarakatnya. (ade) 
Editor : Putu Agus Adegrantika
Sumber : adegrantika
vespa SAYAN