BALIEXPRESS.ID - Usulan Kerta Gosa dan Museum Semarajaya di Kabupaten Klungkung untuk naik status menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional mendapat dukungan dari DPRD Klungkung.
Langkah tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat upaya pelestarian kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi Klungkung, Bali hingga Indonesia.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Klungkung I Wayan Buda Parwata menyambut baik usulan yang disampaikan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV tersebut.
Baca Juga: Tegaskan Putusan MA Bukan Soal Kepemilikan Lahan, Kuasa Hukum Darmawan Tantang Tunjukan Dokumen Asli
Menurutnya, peningkatan status menjadi cagar budaya peringkat nasional akan menjadi bentuk pengakuan terhadap nilai sejarah yang dimiliki kawasan Kerta Gosa dan Museum Semarajaya.
“Kita sangat mendukung usulan ini. Nilai sejarah Kerta Gosa dan Museum Semarajaya sangat penting, bukan hanya bagi Kabupaten Klungkung, tetapi juga Bali dan Indonesia,” ujar Buda.
Menurutnya, keberadaan Kerta Gosa dan Museum Semarajaya tidak sebatas menjadi bagian dari destinasi wisata.
Baca Juga: Empat Traktor Diserahkan ke Kelompok Tani, Bupati Kembang Dorong Petani Jaga Lahan Sawah
Kawasan tersebut juga menjadi salah satu jejak perjalanan sejarah dan kebudayaan Klungkung yang perlu terus dirawat serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Politikus Partai Hanura itu menilai momentum pengusulan status tersebut perlu dimanfaatkan untuk semakin memperkuat perhatian terhadap keberadaan kawasan bersejarah di Klungkung.
Baca Juga: 20 PJU Mati per Desa Ditargetkan Menyala Tahun Ini, Garansi Lampu Diperpanjang 7 Tahun
Pelestarian, kata dia, bukan hanya berkaitan dengan menjaga bangunan atau benda peninggalan sejarah, tetapi juga mempertahankan nilai dan cerita yang melekat di dalamnya.
“Ini salah satu bentuk komitmen kita dalam merawat warisan leluhur dan jejak sejarah yang ada di Klungkung. Jangan sampai nilai sejarah yang kita miliki hanya menjadi cerita, tetapi harus tetap dijaga dan dikenalkan kepada generasi mendatang,” katanya.
Di sisi lain, Buda juga menyinggung pentingnya komunikasi antara pemerintah daerah dengan tokoh-tokoh puri.
Menurutnya, komunikasi yang lebih intens diperlukan agar berbagai persoalan maupun kepentingan yang berkaitan dengan kawasan bersejarah tersebut dapat dibicarakan secara terbuka. (*)
Editor : I Made Mertawan