Peringati WCD, Pemkab Badung Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Kawasan Mangrove

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 15:47 WIB
Aksi bersih lingkungan memperingati World Cleanup Day Indonesia 2026 di kawasan mangrove Pantai Telaga Waja, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (25/9). (PROKOMPIM SETDA BADUNG)
Aksi bersih lingkungan memperingati World Cleanup Day Indonesia 2026 di kawasan mangrove Pantai Telaga Waja, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (25/9). (PROKOMPIM SETDA BADUNG)

BALIEXPRESS.ID - Guna memperingati World Cleanup Day (WCD) Indonesia 2026, Pemkab Badung menggelar aksi bersih lingkungan kawasan mangrove Pantai Telaga Waja, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (25/9).

Kegiatan ini pun digelar dengan melibatkan 300 orang dari unsur pemerintahan, dunia usaha, komunitas, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat.

WCD ini pun diharapkan menjadi penguat sinergi serta peran generasi muda sebagai pelopor pelestarian lingkungan pesisir.

Baca Juga: Literasi Keuangan Digital Menyasar Pelajar Denpasar, 250 Siswa Ikuti Edukasi

Sekda Badung, Ida Bagus Surya Suamba mengatakan, aksi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Menteri Lingkungan Hidup RI.

WCD pun menjadi momentum mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menangani sampah.

"Yang ingin kita bangun adalah generasi yang tidak hanya peduli saat melihat sampah berserakan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mencegah, mengurangi, memilah dari sumbernya, dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan," ujar Surya Suamba, usai memimpin aksi mewakili Bupati Badung.

Baca Juga: Ramah Tamah HANTARU 2026, Wamen Ossy: Momentum Transformasi Layanan yang Memberi Kepastian

Pihaknya menyatakan, pemilihan kawasan mangrove memiliki makna vital bagi ekosistem pesisir dan habitat biota. Untuk itu, kebersihannya harus dijaga demi fungsi ekologis jangka panjang.

"Kita berharap kegiatan hari ini tidak berhenti pada memungut dan mengangkut sampah. Yang lebih penting adalah mencegah sampah tersebut muncul dan mengubah perilaku sehari-hari," paparnya.

Semangat aksi ini diwujudkan melalui empat pilar kemerdekaan sampah, yakni merdeka dari kebiasaan membuang sampah sembarangan, penggunaan plastik sekali pakai, sikap acuh terhadap lingkungan, serta ketergantungan pengelolaan sampah.

Baca Juga: Momentum HANTARU 2026, Kementerian ATR/BPN Dekatkan Layanan Pertanahan kepada Masyarakat

Sampah seberat ratusan kilogram yang berhasil terkumpul langsung ditimbang dan dipilah ke dalam jenis organik, anorganik, plastik, serta residu.

Selanjutnya diolah lebih lanjut secara berkelanjutan melalui fasilitas pengolahan sampah dan yayasan mitra lingkungan.

“Mari kita mulai perubahan itu dari hari ini, dari tempat ini, dari diri kita masing-masing untuk mewujudkan Badung yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
world cleanup days mangrove badung