Tiga Kebakaran Beruntun di Buleleng, Kerugian Ditaksir Rp340 Juta

Dian Suryantini • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 06:48 WIB
Kondisi bangunan rumah warga dan pelinggih pasca mengalami kebakaran di Buleleng. (Ist)
Kondisi bangunan rumah warga dan pelinggih pasca mengalami kebakaran di Buleleng. (Ist)

BALIEXPRESS.ID – Tiga peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng dalam rentang waktu tiga hari, yakni pada 25 hingga 27 September 2026.

Kebakaran menimpa kompleks pura di Desa Sinabun serta dua rumah warga, masing-masing di Desa Padangbulia dan Kelurahan Baktiseraga.

Dari ketiga peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Total kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp340 juta.

Baca Juga: Abe Hoed Resmi Melamar Bella, Putri Bamsoet, Pernikahan Digelar Desember 2026

Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 11.30 Wita di Pura Dadia Arya Wangbang Pinatih, Banjar Dinas Jro, Desa Sinabun. Api menghanguskan sejumlah pelinggih di area pura tersebut.

Pelinggih yang rusak akibat terbakar meliputi Palinggih Tiga Sakti, Gedong, Pengayatan Pura Agung, Gedong Sari, Limas Catu, Limas Sari, Pelinggih Menjangan Seluang, dan Pamereman. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp250 juta.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng dibantu pengempon pura dan warga setempat berupaya memadamkan api. Kobaran api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 13.00 Wita.

Baca Juga: Bupati Klungkung Ganti Sekda, Banyak Target Disebut Tak Berhasil Dicapai

“Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” ujar Kalakhar BPBD Buleleng, Gede Suyasa, Senin (28/9/2026).

Kebakaran kedua terjadi pada Minggu (27/9/2026) pukul 08.00 Wita di Banjar Dinas Padangbulia, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada. Rumah milik Wayan Sedana hangus terbakar dalam kejadian ini.

Baca Juga: Ashanty Bungkam soal Pernikahan Azriel dan Sarah Menzel, Minta Tanya Langsung

Kebakaran dilaporkan oleh Damkar Buleleng pada pukul 08.20 Wita. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu 3 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng bergerak menuju lokasi.

Bersama Damkar dan masyarakat setempat, tim melakukan penanganan sekaligus kaji cepat pada pukul 09.00 hingga 09.30 Wita.

“Dari hasil asesmen, rumah permanen milik Wayan Sedana mengalami kerusakan berat dengan luas area terdampak sekitar 12 x 8 meter,” imbuhnya.

Kerugian ditaksir sekitar Rp60 juta. Tidak ada korban jiwa maupun orang hilang yang harus dicari dalam peristiwa ini, dan petugas tidak menemui kendala berarti di lapangan.

Pada hari yang sama, Minggu (27/9/2026), sekitar pukul 03.00 Wita dini hari, kebakaran melanda rumah milik Made Sarki di Dusun Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Api melahap rumah beserta seluruh isinya, dengan luas kerusakan sekitar 9 x 6 meter.

Aparat desa setempat melaporkan kejadian ini kepada petugas pada pukul 09.00 Wita. TRC BPBD Buleleng kemudian turun ke lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus menyerahkan bantuan logistik kepada keluarga terdampak.

Bantuan tersebut berupa satu paket sembako, dua buah matras, dan satu buah terpal. Kerusakan dikategorikan berat dengan kerugian ditaksir sekitar Rp30 juta.

Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan, dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Sebagai tindak lanjut, BPBD telah berkoordinasi dengan aparat desa setempat untuk membantu pengajuan bantuan sosial (bansos) bagi korban.

Warga diimbau memastikan peralatan listrik dalam kondisi baik dan tidak dibiarkan menyala tanpa pengawasan.

Pemakaian kompor dan tungku juga perlu diperhatikan, begitu pula penggunaan api saat persembahyangan, seperti dupa, lampu, dan dupa lainnya, agar tidak dibiarkan menyala tanpa pengawasan.

Masyarakat juga diminta segera menghubungi Damkar atau BPBD apabila terjadi kebakaran, agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan kerugian dapat ditekan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
kerugian kebakaran kebakaran buleleng