Bupati Satria Dorong Produk Kerajinan Klungkung Tembus Pasar Ekspor

I Wayan Adi Prabawa • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 07:12 WIB
Bupati Klungkung saat hadir di pameran Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (29/9/2026). (ist)
Bupati Klungkung saat hadir di pameran Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (29/9/2026). (ist)

BALIEXPRESS.ID - Produk kerajinan Klungkung mulai diarahkan untuk tidak hanya mengandalkan pasar dalam negeri.

Keikutsertaan dalam Kriyanusa 2026 di Jakarta menjadi momentum bagi para perajin dan pelaku UMKM Klungkung untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara.

Hal itu disampaikan Bupati Klungkung I Made Satria saat mengunjungi stan Dekranasda Klungkung pada hari keempat pameran Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (29/9/2026).

Baca Juga: Gedung Baru BRI Kuta Beroperasi, Layani Aktivitas Bisnis Bali Selatan

Dalam kunjungan tersebut, Satria didampingi Ketua Dekranasda Klungkung Ny. Eva Satria.

Menurut Satria, pameran berskala nasional seperti Kriyanusa dapat dimanfaatkan para perajin untuk melihat peluang pasar sekaligus memperkenalkan produk khas Klungkung kepada masyarakat yang lebih luas.

“Harapan kami melalui pameran Kriyanusa 2026 ini, para perajin dan pelaku UMKM Klungkung tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produknya, tetapi juga semakin termotivasi untuk berinovasi,” ujar Satria.

Baca Juga: Pangkas Arus Bolak-balik Warga, Kecamatan Buleleng Perkuat Inovasi Pelayanan

Ia berharap produk unggulan Klungkung, terutama kain tenun dan lukisan Wayang Kamasan, dapat memiliki daya saing lebih kuat.

Tidak berhenti di pasar nasional, produk tersebut diharapkan mampu menembus pasar ekspor.

Baca Juga: Pensiunan Polisi Dipukul di Area Skateboard Klungkung, Sempat Keluarkan Pisau

“Ke depan, kami sangat berharap produk-produk lokal kita, seperti tenun dan lukisan Wayang Kamasan, bukan sekadar dikenal di tingkat nasional, melainkan benar-benar mampu menembus pasar ekspor dan bersaing di kancah internasional,” katanya.

Dalam Kriyanusa 2026, Dekranasda Klungkung membawa sejumlah produk kerajinan khas daerah.

Kain tenun Klungkung dan lukisan Wayang Kamasan menjadi bagian dari produk yang dipamerkan sekaligus diperkenalkan kepada pengunjung.

Kriyanusa 2026 berlangsung selama lima hari, 26–30 September 2026, dengan mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Pameran tersebut diikuti 410 booth dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi Klungkung, keikutsertaan dalam pameran tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk.

Kegiatan ini juga diharapkan membuka akses pasar baru sekaligus memperkuat keberadaan kerajinan tradisional sebagai bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
kerajinan klungkung wayan kamasan Kriyanusa 2026