Pengelolaan Sampah TPS3R Nongan Terkendala Armada Rusak dan Tenaga Terbatas

I Wayan Adi Prabawa • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 07:01 WIB
TPS3R Goaji Santhi Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem. (Ist)
TPS3R Goaji Santhi Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem. (Ist)

BALIEXPRESS.ID - Pengelolaan sampah di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, masih menghadapi sejumlah kendala.

TPS3R Goaji Santhi Nongan harus menjalankan aktivitas pengolahan sampah dengan dukungan tenaga yang terbatas serta armada angkut yang kondisinya sudah tidak layak.

Ketua Pengelola TPS3R Goaji Santhi Nongan, Dewa Ngakan Made Kelaci Utama, mengatakan pengangkutan sampah dari masyarakat sejauh ini masih berjalan. Dalam sehari, TPS3R tersebut mampu menangani sampah sekitar satu mobil pikap jenis L300.

Baca Juga: Sopir Lompat saat Truk Muat Batu Rem Blong, Tabrak Xenia lalu Terjun ke Jurang

Keterbatasan sarana membuat pengelolaan belum dapat dilakukan secara optimal. Salah satu persoalan utama yakni armada pengangkut. 

TPS3R Nongan hanya memiliki satu kendaraan bantuan yang kini mengalami kerusakan karena faktor usia.

“Armada angkut sampah yang kami terima usianya sudah tua. Sekarang kondisinya rusak,” ujar Dewa Ngakan Made Kelaci Utama, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga: Kronologi Truk Kontainer Terjun Bebas di Jurang Tukad Yeh Bakung Tabanan, Kernet Tewas

Pengelola terpaksa meminjam kendaraan milik Bendesa Adat Nongan agar pengangkutan tidak terhenti.

Bantuan tersebut menjadi penopang operasional TPS3R untuk tetap melayani pengangkutan sampah warga.

Baca Juga: BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Perluas Kesempatan Kerja Inklusif melalui Pelatihan

Menurutnya, pihak desa sebenarnya telah mengajukan proposal bantuan armada kepada Pemkab Karangasem, namun hingga kini belum ada tindak lanjut terkait pengajuan tersebut.

Persoalan lain juga muncul dari sisi tenaga kerja. Saat ini TPS3R Nongan hanya ditangani tiga orang pekerja.

Jumlah tersebut dinilai masih belum ideal untuk menjalankan seluruh proses pengelolaan sampah, terlebih honor yang diterima masih relatif kecil sehingga cukup sulit mencari tambahan tenaga.

Kondisi tersebut turut berdampak pada proses pemilahan sampah. Dengan keterbatasan tenaga dan sarana, pemilahan belum bisa dilakukan secara maksimal.

“Kondisi ini membuat pengelolaan belum maksimal. Meski begitu, kami tetap berupaya melakukan pengelolaan semaksimal mungkin,” katanya.

Di tengah keterbatasan biaya operasional, pengelola kini mempertimbangkan kenaikan iuran pengangkutan sampah. Saat ini warga dikenakan iuran Rp 15 ribu per kepala keluarga setiap bulan.

Dewa Ngakan mengatakan besaran kenaikan belum ditentukan. Pengelola akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan masyarakat agar besaran iuran yang baru nantinya sesuai dengan kemampuan warga sekaligus dapat membantu memenuhi kebutuhan operasional TPS3R.

“Kami tidak berani menentukan sendiri. Nanti akan dibicarakan dengan warga berapa yang disepakati untuk dinaikkan,” tandasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
TPS3R Nongan karangasem pengelolaan sampah