BALIEXPRESS.ID – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Partai Golkar terbuka bagi seluruh kader tanpa membedakan latar belakang keluarga, kelompok, maupun status ekonomi.
Menurutnya, setiap anggota memiliki hak dan kedudukan yang sama sesuai aturan organisasi, termasuk kesempatan menduduki jabatan tertinggi di partai.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali periode 2025–2030 di Denpasar, Sabtu (3/10) malam.
Ia mengingatkan bahwa Golkar sejak awal dibangun dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat Indonesia, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.
Baca Juga: Demer Jadikan Kisah Bahlil Eks Sopir Angkot Motivasi Kader Muda Golkar Bali
Bahlil menjelaskan, sejarah pembentukan Golkar tidak terlepas dari keberadaan 97 organisasi yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar.
Latar belakang tersebut, menurutnya, menjadi dasar bagi Golkar untuk tetap membuka ruang yang setara bagi seluruh kader.
"Partai Golkar tidak dilahirkan oleh satu kelompok masyarakat tertentu, apalagi keluarga tertentu. Partai Golkar dilahirkan dari asli kandungan rakyat Indonesia," ujarnya.
Ia menegaskan, Golkar tidak dimiliki oleh keluarga, perusahaan, ataupun orang-orang dengan kekayaan tertentu.
Karena itu, setiap kader memiliki kesempatan yang sama untuk berkiprah dan menduduki posisi strategis di partai selama mengikuti ketentuan organisasi.
"Partai Golkar tidak dimiliki oleh saham keluarga tertentu, tidak juga dimiliki oleh saham perusahaan tertentu atau orang kaya tertentu. Partai Golkar adalah partai terbuka," tegasnya.
Bahlil juga menekankan bahwa tidak ada kelompok atau garis keturunan tertentu yang memiliki hak istimewa dalam menentukan kepemimpinan Golkar.
Kesetaraan hak anggota, menurutnya, telah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.
Baca Juga: BSU 2026 Rp900 Ribu Cair, Pekerja Desil Berapa yang Bisa Menerima?
"Kita semua mempunyai trah yang sama dengan kedudukan yang sama. Setiap anggota mempunyai hak dan kedudukan yang sama di mata anggaran dasar dan anggaran rumah tangga," ucapnya.
Di hadapan pengurus Golkar Bali, Bahlil turut mengingatkan bahwa partai harus menjadi wadah perjuangan untuk kepentingan masyarakat.
Ia berharap kepengurusan yang baru dilantik tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga mampu memperjuangkan hak rakyat dan mendorong kesejahteraan, khususnya di Bali.
"Jadikanlah partai ini sebagai instrumen perjuangan pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dalam rangka menyejahterakan rakyat Indonesia, khususnya di Provinsi Bali," tuturnya.
Baca Juga: Rocky Gerung Ungkap Alasan Terima Jabatan Wantimpres: Kedudukan Etis, Bukan Teknis
Ia kemudian menjelaskan karakter politik Golkar yang berlandaskan konsep karya-kekaryaan.
Menurut Bahlil, Golongan Karya pada awalnya bukan berbentuk partai politik, melainkan kekuatan politik yang kemudian bertransformasi menjadi Partai Golkar setelah era Reformasi.
"Partai Golkar menganut mazhab politik karya-kekaryaan. Karena itu Golkar dilahirkan sebagai instrumen politik bagi pemerintah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat," jelas Bahlil.
Dalam pelantikan tersebut, Bahlil juga menyoroti komposisi kepengurusan Golkar Bali yang memadukan kader senior dan generasi muda.
Perpaduan antargenerasi itu diharapkan dapat menjadi modal untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan partai ke depan.
Selain berbicara mengenai organisasi, Bahlil menyinggung hubungannya dengan Ketua DPD Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Penyalur Subsidi hingga Desa
Ia mengaku telah lama mengenal Demer, termasuk sejak dirinya aktif memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
"Sahabat saya Pak Demer, yang ajarin saya dari pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, dan sampai subuh hari. Itu guru saya ini," katanya.
Bahlil juga mengaku memahami tantangan yang dihadapi pengurus Golkar di tingkat daerah.
Pengalaman ketika menjabat sebagai pengurus DPD Golkar provinsi, menurutnya, membuat dirinya mengetahui berbagai kesulitan yang dihadapi pengurus kabupaten/kota maupun provinsi.
Baca Juga: Tol Makin Dekat, Bupati Kembang Hartawan Khawatir Arus Kendaraan di Gilimanuk Makin Padat
"Saya ngerti betul apa yang terjadi kesusahan Bapak/Ibu di Kabupaten/Kota dan Provinsi," katanya.
Menanggapi pernyataan Demer mengenai kebutuhan logistik untuk menjalankan organisasi, Bahlil menyebut dirinya sudah memahami maksud yang disampaikan Ketua DPD Golkar Bali tersebut.
"Bang Demer tadi menyampaikan menyangkut logistik, itu seperti orang Papua bilang, 'Adek, kau baru mau tulis, Kakak sudah baca'," ungkapnya.
Pelantikan pengurus Golkar Bali tersebut dihadiri jajaran DPP Partai Golkar, termasuk sejumlah menteri dan wakil menteri.
Hadir pula pengurus DPD Golkar Bali, pengurus tingkat kabupaten/kota, serta pengurus kecamatan dan desa, dengan jumlah peserta disebut mencapai 1.400 orang.(***)
Editor : Rika Riyanti