Breakwater Dermaga Water Taxi Pantai Berawa Didesain 1,3 Kilometer

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 16:44 WIB
Pura Segara di Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kuta Utara yang kemungkinan terdampak rencana pembangunan dermaga water taxi. (Resa Kertawedangga/Bali Express)
Pura Segara di Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kuta Utara yang kemungkinan terdampak rencana pembangunan dermaga water taxi. (Resa Kertawedangga/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID - Rencana pembangunan dermaga water taxi di Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara mengalami perubahan desain terutama pada bagian breakwater.

Dari rencana awal sepanjang 540 meter di tahun  2025 namun berubah menjadi 1,3 kilometer.

Namun desain ini masih belum dapat dipastikan akan digunakan terlebih masih dilakukan kajian untuk pembangunan dermaga water taxi.

Baca Juga: Wabup Bagus Alit Sucipta Terima Exit Meeting Pemeriksaan BPK RI

Asisten Sarana dan Prasarana Pendukung Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra), Liz Zeny Merry mengatakan, perubahan rancangan tersebut belum dapat langsung diterapkan.

Saat ini masih perlu melihat hasil kajian untuk mengetahui konsekuensi pembangunan terhadap kondisi pesisir.

"Kita lihat dulu kajiannya. Ini sudah enam bulan menyusun studi kelayakan. Yang pertama dilakukan Udayana sudah selesai, kemudian dilanjutkan desain teknis. Berarti sudah satu tahun baru sampai di sini," ujar Liz, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: 7 Persiapan Penting Berobat ke Rumah Sakit Kanker Malaysia dari Medan

Pihaknya menyebutkan, dari studi awal yang disusun pada 2025, breakwater sisi timur direncanakan sepanjang 170 meter, sedangkan sisi barat mencapai 370 meter.

Sehingga total panjang struktur tersebut saat itu sekitar 540 meter.

Namun, berdasarkan desain teknis terbaru, panjang breakwater sisi timur berubah menjadi 551 meter dan sisi barat menjadi 776 meter.

Baca Juga: Video Keributan Remaja di JJLS Bantul Viral, 13 Orang Diamankan Polisi

Jika digabungkan, total panjang struktur pemecah gelombang mencapai 1.327 meter atau sekitar 1,3 kilometer.

Selain breakwater, bangunan pelindung di sekitar aliran sungai juga mengalami penambahan panjang.

Dari rancangan sebelumnya sepanjang 142 meter, struktur tersebut kini dirancang mencapai 219 meter.

"Jika seluruh bangunan pelindung tersebut dihitung, total panjangnya mencapai sekitar 1.546 meter," ungkapnya.

Liz menerangkan, perubahan dimensi breakwater ini disesuaikan dengan spesifikasi kapal yang nantinya akan menggunakan dermaga.

Kapal yang menjadi acuan dalam desain terbaru memiliki ukuran lebih besar sehingga kebutuhan ruang untuk manuver serta kedalaman kolam pelabuhan ikut mengalami penyesuaian.

Di sisi lain, bertambahnya panjang struktur pelindung pantai membuat dampaknya terhadap dinamika pesisir perlu diperhitungkan secara lebih cermat.

Perubahan arus laut hingga pergerakan material pasir di sepanjang pantai menjadi salah satu perhatian dalam kajian lanjutan.

Liz mengatakan aspek sedimentasi telah masuk dalam proses kajian dan perlu dihitung untuk mengetahui kemungkinan dampak pembangunan terhadap kawasan pantai.

"Ya, itu perlu kajian tadi, sedimentasi. Itu sudah kita capture juga, ada perlu dihitung," tegasnya.

Kajian tersebut pun diperlukan agar pembangunan dermaga tidak justru memunculkan persoalan baru pada garis pantai di sekitar lokasi.

Pemerintah perlu memiliki gambaran mengenai kemungkinan perubahan arus maupun pola perpindahan pasir sebelum pembangunan fisik dilaksanakan.

Hasil kajian nantinya akan menjadi bahan pembahasan dengan instansi terkait.

Selain aspek teknis dan lingkungan, pemerintah juga masih perlu membicarakan pembagian kewenangan serta skema pembiayaan pembangunan dermaga tersebut.

"Untuk infrastruktur dan lain-lain tunggu dulu lagi. Ini siapa bisa melakukan apa, urun rembuknya, termasuk dengan pembiayaannya," jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, dengan adanya desain teknis terbaru belum berarti pembangunan dermaga water taxi di Pantai Berawa akan segera memasuki tahap konstruksi.

Pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah kajian, khususnya yang berkaitan dengan kondisi pantai dan sedimentasi.

"Rencana pembangunan dermaga ini juga masih membutuhkan sejumlah proses lainnya. Selain kajian teknis dan lingkungan, perlu dibahas pembagian peran antar instansi serta sumber pembiayaan pembangunan," paparnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
tibubeneng water taxi pantai berawa breakwater dermaga