BALIEXPRESS.ID - Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Badung angkatan tahun 2025 melaksanakan studi kebangsaan dan kepemimpinan dua lembaga nasional di Jakarta, Rabu (7/10).
Dua instansi yang menjadi tujuan utama adalah Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jakarta dan Kantor Pusat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa.
Baca Juga: Dua Terdakwa Pembunuhan Berencana di Darmasaba Dituntut 19 Tahun Penjara
Turut mendampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa beserta jajaran.
Saat mengunjungi Kampus IPDN Jakarta, rombongan diterima secara resmi oleh Direktur Sekolah Pascasarjana IPDN, Drs. Muhadam Labolo.
Pertemuan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab seputar kepemimpinan, pengabdian negara, hingga tantangan menjaga persatuan bangsa.
Baca Juga: Puri Kaleran Kanginan Bantah Dua Ahli Tak Kompeten, Minta Keterangan Dibaca Utuh
Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menegaskan, kehadiran generasi muda terbaik Badung ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran mendalam tentang arti kepemimpinan yang siap mengabdi dan ditempa.
"IPDN adalah tempat lahirnya kader pemerintahan yang kokoh. Semangat inilah yang ingin kami wariskan kepada anak-anak Paskibraka Badung," ujarnya.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh Prof. Muhadam Labolo. Ia berpesan agar para anggota Paskibraka terus memperteguh persatuan demi kepentingan rakyat.
Baca Juga: Pertamina Akui Pasokan Pertalite Sempat Terlambat, Suplai Bali Kembali Diatur
"Kalian adalah simbol kebangkitan dan kesetiaan bangsa, pewaris harapan negeri," tegasnya.
Usai dari IPDN, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kantor Pusat BPIP RI.
Mereka diterima langsung oleh Sekretaris Dewan Pengarah BPIP RI, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, yang juga merupakan tokoh asli kelahiran Badung, Bali.
Dalam arahannya, Wisnu Bawa Tenaya mengingatkan, Pancasila harus hidup di dalam dada dan dipraktikkan dalam sikap sehari-hari, bukan sekadar menjadi lambang seremonial saat upacara.
"Kalian sebagai Paskibraka memiliki tanggung jawab ganda. Tidak hanya mengibarkan bendera, melainkan juga mengibarkan semangat Pancasila di tengah masyarakat," jelas purnawirawan jenderal bintang dua tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa berharap, pemahaman utuh mengenai Pancasila sebagai perekat keberagaman bisa dibawa pulang ke daerah.
Kunjungan bermakna ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin masa depan Badung yang berkarakter, berintegritas, serta menjadi pelopor persatuan di tengah masyarakat. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga