Tinjau Penanganan Abrasi Pantai Kuta, Megawati Minta Penanganan Menyeluruh

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 14:47 WIB
Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri mantau penanganan abrasi di Pantai Kuta, Minggu (11/10). (ist)
Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri mantau penanganan abrasi di Pantai Kuta, Minggu (11/10). (ist)

BALIEXPRESS.ID - Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri mantau penanganan abrasi di Pantai Kuta, Minggu (11/10).

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Republik Indonesia ke-5 ini pun meminta agar penataan dapat dilakukan secara menyeluruh tidak terpotong-potong.

Untuk itu, diharapkan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan abrasi.

Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kopdes Merah Putih Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Kampung di Papua

Megawati mengatakan, sinergi lintas kementerian, lembaga riset, akademisi, dan pemerintah daerah perlu dilakukan dalam menangani persoalan abrasi pantai, khususnya di Bali.

Sebab penanganan abrasi tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi harus mempertimbangkan karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Orang-orang pintar di lembaga, kementerian, harus memahami bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Jadi jangan berpikir seperti menangani benua atau daratan kontinental,” tegasnya.

Baca Juga: Bali Batalkan Tambahan Pasokan Listrik 500 MW dari PGN, Pembangkit Gas 1.550 MW Ditargetkan Rampung

Dirinya mengingatkan, agar seluruh pemangku kepentingan mengesampingkan ego sektoral dan mengedepankan kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan dalam merumuskan solusi penanganan abrasi.

“Jadi kerjanya jangan sepotong-sepotong,” ujarnya.

Ia juga mendorong penerapan kearifan lokal Bali, khususnya filosofi Tri Hita Karana, sebagai landasan menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam.

Baca Juga: Enam Kawasan Rendah Emisi Bali, Dishub Masih Pelajari Pembagian Tugas

Nilai tersebut dinilai relevan dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan kawasan pesisir Bali.

Megawati turut menyoroti ancaman perubahan iklim, termasuk pemanasan global dan pencairan es di kutub, yang berpotensi memperburuk kondisi wilayah pesisir negara kepulauan seperti Indonesia.

Ia mendorong para ilmuwan, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi konkret melalui penguatan riset, inovasi teknologi, serta kerja sama lintas sektor.

“Ingat, ancaman dari global warming, pencairan es di kutub kian terasa bagi negara kepulauan seperti Indonesia. Bertahun-tahun lalu sudah dibahas dan kita sebagai penerus harus mampu mencari solusi terbaik,” katanya.

Merespon hal tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan, Pemkab Badung berkomitmen penuh dalam mengawal ketahanan pesisir demi keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Proyek penataan dan penanganan garis pantai saat ini terus dikebut secara konkret.

"Pantai Kuta memiliki nilai strategis yang harus dijaga sebagai ikon pariwisata internasional. Karena Pantai Kuta sudah terkenal di seluruh dunia, kita berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikannya sebagai ikon dan menjaga marwah Pantai Kuta," ujar Adi Arnawa.

Ia menambahkan, proyek pedestrian dan restorasi pantai yang sedang berjalan di koridor Kuta-Legian-Seminyak difokuskan untuk menjamin keamanan serta kenyamanan bagi seluruh wisatawan.

Seperti diketahui, abrasi Pantai Kuta menjadi perhatian serius karena berdampak terhadap kondisi fisik pantai, fasilitas publik, serta aktivitas pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Pada 2026, kondisi abrasi dilaporkan semakin mengkhawatirkan akibat pengaruh cuaca ekstrem dan gelombang laut yang kuat.

Laju kemunduran garis pantai diperkirakan mencapai 1,9 meter per tahun sehingga menyebabkan kawasan berpasir yang dimanfaatkan wisatawan semakin menyempit.

Terjangan ombak pun mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, termasuk jalur pejalan kaki, tembok pembatas, dan area aktivitas pedagang.

Kondisi tersebut memerlukan penanganan berkelanjutan mengingat Pantai Kuta merupakan salah satu ikon pariwisata Bali yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
megawati abrasi pantai kuta