BALIEXPRESS.ID – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, mencurigai adanya praktik penyimpangan dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali.
Ia mendesak penindakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, mulai dari dugaan penimbunan hingga manipulasi pengisian BBM.
Demer menyoroti kemungkinan penyalahgunaan distribusi oleh oknum yang memanfaatkan kendaraan berbeda untuk mengakali pembelian BBM.
Menurutnya, tindakan semacam itu tidak cukup hanya ditangani secara administratif, tetapi harus diproses sesuai hukum yang berlaku.
Baca Juga: PLN Operasikan Kubikel di Kutampi, Pengaturan Jaringan Listrik Nusa Penida Diperkuat
“Kalau ada yang bermain-main menggunakan kendaraan, kemudian mengakali pengisian dengan berganti mobil dan sebagainya, itu harus diproses hukum,” ucap Demer, Selasa (13/10).
Anggota Komisi VI DPR RI tersebut juga meminta Pertamina memberikan sanksi tegas kepada lembaga penyalur yang terbukti melanggar aturan.
Ia mengusulkan penghentian operasional selama sedikitnya tiga bulan sebagai bentuk penindakan terhadap SPBU atau penyalur yang melakukan penyimpangan.
“Saya minta harus ada sanksi, tiga bulan tidak boleh beroperasi. Minimum,” kata ketua DPD Golkar Bali ini.
Untuk memastikan persoalan yang terjadi, Demer mengaku akan melakukan pengecekan langsung ke Pertamina.
Ia ingin mengetahui penyebab kondisi pasokan BBM di Bali, termasuk menelusuri dugaan adanya pihak yang memanfaatkan selisih harga untuk meraup keuntungan.
Menurutnya, indikasi penyimpangan tersebut harus segera ditelusuri agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Ia mengingatkan agar distribusi BBM diawasi secara ketat sehingga praktik penyalahgunaan tidak meluas seperti kasus pengoplosan gas yang pernah terjadi.
Di tengah sorotan terhadap distribusi BBM, Demer menyampaikan bahwa Pertamina telah menginformasikan pengiriman pasokan dari Manggis menuju Pelabuhan Benoa, tepatnya di kawasan Sanggaran.
Baca Juga: MT Klasogun Bawa Pertalite dan Biosolar Tiba di Bali, Distribusi BBM Digenjot 24 Jam
Pengangkutan dilakukan menggunakan kapal besar yang diperkirakan tiba sekitar tengah hari sebelum BBM disalurkan lebih lanjut.
“Dari Manggis sudah loading. Kapalnya diperkirakan sampai di Sanggaran sekitar pukul 12.00 Wita, kemudian segera disebarkan,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Bali I Made Mudarta mengungkapkan konsumsi BBM harian di Bali mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.
Sejak Juli hingga September, angka penumpang Trans Metro Dewata (TMD) mencapai 5.000an per hari.
Baca Juga: RUU Sisdiknas Disempurnakan, DPR Soroti Kesejahteraan dan Perlindungan Guru
Mudarta menyebut rata-rata penumpang TMD berada di atas 5.200 orang.
Bahkan, angka terbaru yang disampaikan mencapai sekitar 5.700 penumpang per hari, lebih tinggi dibandingkan rata-rata penumpang sepanjang 2025 yang tercatat sebesar 4.766 penumpang.
“Mulai Juli, Agustus, dan September memang konsisten di atas 5.000. Sebelumnya, dari Januari sampai Juni, angkanya masih di bawah 5.000 penumpang," katanya.
Meski menunjukkan peningkatan, data tersebut masih perlu diperiksa lebih lanjut sebelum dapat disimpulkan.(ika)
Editor : Rika Riyanti