BALIEXPRESS.ID - Keberadaan Museum Yadnya di sebelah barat Cagar Budaya Pura Taman Ayun saat ini belum berjalan maksimal.
Hal ini lantaran museum yang dibangun pada 2025 ini masih kekurangan sarana dan prasarana.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung sebagai pengampu pun kini masih mengupayakan melakukan pembenahan.
Baca Juga: Pemerataan Ekonomi, Dinas Perikanan Badung Kembangkan Kampung Lele
Kadisbud Badung, I Gede Sukadana mengatakan, untuk melengkapi sarana dan prasarana saat ini masuk dilakukan kurasi.
Dirinya mengaku, setelah pengerjaan fisik berjalan, Pemkab Badung kini menyiapkan konsep penyajian museum yang lebih menarik dan modern.
"Renovasi tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi Museum Yadnya sebagai pusat edukasi dan informasi kebudayaan Bali," ujar Sukadana, Selasa (20/10).
Baca Juga: Evaluasi APBD 2026, Bupati Badung Minta Fokus Solusi Isu Strategis
Pihaknya pun menyebutkan, telah melakukan studi tiru ke sejumlah museum untuk merancang tata kelola dan penyajian koleksi yang lebih dinamis.
Bahkan studi tiru tersebut saat ini masih dijalankan, agar mendapatkan pedoman yang layak.
Meski demikian museum tersebut sudah dibuka dan banyak dikunjungi oleh wisatawan dan para siswa.
Baca Juga: Peduli Kesejahteraan Perempuan, Astra Motor Bali Ajak Perempuan Kelola Stres
"Pemanfaatan Museum Yadnya sama seperti museum pada umumnya, kita sudah melakukan studi tiru ke museum lain. Kita berharap di Museum Yadnya ada hal baru yang ditampilkan. Namun kita akui masih banyak yang kurang dari sarana dan prasarananya," ungkapnya.
Sukadana pun tak menampik, saat ini sejumlah fragmen yang ada masih seperti terlihat pajangan saja.
Namun kedepan, museum ini tidak sekadar menampilkan benda-benda sarana upacara secara statis.
Pemkab Badung merancang penggunaan teknologi audio visual dan video edukatif agar pengunjung dapat memahami proses serta rangkaian upacara keagamaan Hindu di Bali.
"Iya audiovisual memang belum, masih berproses. Namun disana ada staf yang menjadi pemandu untuk menjelaskan sejumlah prosesi kegiatan yang ada," paparnya.
Rencananya dalam Museum Yadnya akan menampilkan, materi pameran mencakup lima jenis yadnya atau Panca Yadnya.
Mulai dari yakni Dewa Yadnya, Rsi Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, dan Bhuta Yadnya.
"Museum Yadnya itu bagaimana menampilkan tidak hanya bentuk, tapi juga proses dalam bentuk video, rangkaian upacaranya, hingga detail bentuk upacaranya seperti apa. Intinya mencakup Panca Yadnya, dari Pitra Yadnya sampai Manusa Yadnya. Saat ini kami sudah berproses untuk menyiapkan semua itu," jelasnya.
Disinggung terkait anggaran yang dibutuhkan untuk sarana dan prasarana penunjang, dirinya mengaku, belum berani memastikan.
Namun secepatnya akan berkoordinasi dengan Kepala UPT untuk memastikan konsep awal dari adanya bangunan Museum tersebut.
Bahkan diharapkan ada bantuan DAK dari pemerintah pusat untuk menunjang pembangunan Museum Yadnya tersebut.
"Kita berharap adanya Museum ini memperkuat daya tarik wisata budaya Badung. Dengan penyelesaian proyek dan penerapan konsep interaktif, museum ini diproyeksikan menjadi ruang pembelajaran budaya bagi masyarakat sekaligus destinasi edukasi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga