BALIEXPRESS.ID - Langit di sebagian wilayah Bali pada, Minggu (25/10) cenderung cerah berawan, dan berpotensi mengalami hujan ringan.
Namun Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memastikan saat ini belum memasuki musim hujan.
Sebab dari data yang dikumpulkan prakirawan, saat ini baru memasuki musim pancaroba.
Baca Juga: DJ Herlina Buktikan Profesi DJ Tak Harus Konsumsi Alhokol
Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Putu Agus Dedy Permana mengatakan, secara umum saat ini cuaca untuk wilayah Bali masih cerah berawan.
Namun masih potensi terjadinya hujan ringan-sedang di wilayah Bali bagian timur, tengah, hingga barat.
“Hujan yang mulai turun di beberapa kawasan pulau Bali saat ini menandakan wilayah tersebut sedang memasuki masa pancaroba (masa transisi/peralihan) dari musim kemarau menuju musim hujan,” ujar Dedy Permana saat dikonfimasi.
Baca Juga: Viral di Jakarta, Beachwalk Bali Hadirkan Bobby’s Burgers
Pihaknya pun menyebutkan, dari perkiraan cuaca awal musim hujan diperkirakan akan mulai pada November hingga Desember 2026.
Penyebab hujan yang terjadi dipicu kombinasi suhu terik pada pagi hingga siang hari dengan tingginya kelembaban udara.
Pemanasan radiasi matahari yang kuat di permukaan daratan Bali memicu Penguapan yang tinggi dari daratan maupun perairan sekitar.
Baca Juga: Polres Mojokerto Siapkan Pos Polisi di Jalan Empunala Usai Serangan Gangster
“Arus udara naik yang kuat dengan cepat membentuk awan. Dukungan suplai uap air dari perairan sekitar Bali turut menyediakan pasokan energi yang memadai bagi pertumbuhan awan hujan di atmosfer lapisan bawah hingga menengah, meskipun pembentukannya masih bersifat lokal dan belum merata,” ungkapnya.
Namun Dedy Permana menyatakan, sebagian besar wilayah Bali kemungkinan akan mengalami awal musim hujan di Desember 2026.
Hujan pun akan terus turun hingga puncak musim pada Februari 2027.
Kemudian hujan masih akan terjadi tetapi intensitasnya akan mulai menurun.
“Kemungkinan awal musim hujan di bulan Desember 2026, puncak musim hujan di Bulan Februari 2027,” paparnya.
Lebih lanjut dirinya pun berharap, masyarakat dapat terus mewaspadai fenomena cuaca ekstrem yang dapat terjadi.
Terlebih hal tersebut dapat menyebabkan munculnya bencana alam yang dapat saja terjadi.
Masyarakat juga dihimbau untuk melakukan penyesuaian sektor pertanian dengan cuaca yang berkembang dan tetap menjaga kesehatan diri.
“Fenomena Cuaca Ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana Hidrometeorologi, lakukan penyesuaian sektor pertanian, menjaga kondisi Kesehatan diri, dan selalu pantau informasi resmi BMKG,” imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga