Banjir Terjang Tambang Galian C Selat Karangasem, Dua Ekskavator Hanyut

I Made Mertawan • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 07:38 WIB
Alat berat di  Galian C di wilayah Selat, Karangasem hanyut akibat hujan deras yang berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin dini hari (2/11/2026). (istimewa).
Alat berat di Galian C di wilayah Selat, Karangasem hanyut akibat hujan deras yang berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin dini hari (2/11/2026). (istimewa).

BALIEXPRESS.ID- Aktivitas tambang galian C di Kecamatan Selat, Karangasem, lumpuh setelah banjir menerjang kawasan tersebut.

Tak hanya menutup areal tambang dengan material banjir, derasnya aliran sungai juga menyeret dua unit ekskavator hingga hanyut.

Peristiwa itu terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sejak Minggu (1/11/2026) malam hingga Senin (2/11/2026) dini hari.

Baca Juga: Sudah Retak sejak Dua Hari, Tebing Pura Kehen Bangli Longsor Timbun Empat Kios

Luapan air sungai dengan volume cukup besar membuat kawasan aktivitas tambang terdampak cukup parah.

I Wayan Wardana, 38, salah seorang sopir truk material, mengatakan dua alat berat yang berada di kawasan galian C tidak mampu bertahan saat banjir menerjang. Keduanya terseret derasnya arus sungai.

"Ada dua alat berat yang hanyut dampak dari hujan deras semalam," ujar Wardana.

Baca Juga: Jalan Penghubung Dua Wilayah di Bangli Putus Total, Kedalaman Ambles Capai 6 Meter

Dampak banjir juga langsung dirasakan para pekerja tambang. Sebagian besar areal tambang tertutup material yang terbawa aliran air sehingga aktivitas pengambilan batu tidak memungkinkan dilakukan.

Wardana mengaku sempat mendatangi kawasan tersebut untuk mencari material.

Baca Juga: Tim Yustisi Pemkab Tabanan Hentikan Pembangunan Restoran Konstruksi Baja di Jatiluwih

Namun, melihat kondisi lapangan yang belum aman, dia memilih membatalkan aktivitas dan kembali pulang.

"Banyak yang tutup. Niatnya mau mencari batu, tetapi karena kondisinya seperti ini, saya akhirnya memilih balik," tuturnya.

Sementara itu, rentetan bencana akibat cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Kecamatan Selat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem menerima sejumlah laporan kejadian sejak Senin dini hari, mulai dari banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang di beberapa kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta, mengatakan personel gabungan langsung diterjunkan sejak Senin pagi untuk menangani berbagai kejadian tersebut. Penanganan dilakukan bersama unsur terkait dan masyarakat di lokasi terdampak.

Menurut Aditya, sebagian besar titik bencana sudah berhasil ditangani. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada karena kondisi cuaca masih berpotensi memicu kejadian serupa. "Astungkara semua sudah ditangani. Tidak ada korban jiwa," tegasnya.

BPBD Karangasem juga mengingatkan warga yang tinggal di kawasan rawan bencana, terutama wilayah dataran tinggi, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Terlebih, saat ini telah memasuki periode puncak musim hujan yang berpotensi meningkatkan risiko bencana. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
Sumber : Radar Bali
hujan deras galian karangasem