Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sempat Diragukan, Kini Temesi Waterfall Jadi Ikon Desa

Putu Agus Adegrantika • 2026-02-08 19:09:41
WATERFALL : Suasana waterfall di Desa Temesi, Gianyar.
WATERFALL : Suasana waterfall di Desa Temesi, Gianyar.

BALIEXPRESS.ID– Sebuah air terjun di desa kecil Temesi yang dulu sempat diragukan kini menjelma menjadi sumber harapan dan kebanggaan warga. Temesi Waterfall di Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 pada Minggu (8/2), menandai dua tahun perjalanan destinasi wisata berbasis gotong royong yang kini mulai memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Perayaan HUT ke-2 digelar langsung di kawasan Temesi Waterfall dan dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengukuhan Forum Komunikasi (Forkom) Desa Temesi, serta penyerahan bagi hasil kepada 13 pihak yang terlibat dalam pengelolaan objek wisata tersebut. Pada kesempatan yang sama, perangkat drumband juga diserahkan kepada anak-anak TK sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan generasi muda desa.

Perbekel Temesi, Ketut Branayoga, menuturkan bahwa lahirnya Temesi Waterfall bukanlah proses instan. Pada awal perintisan, banyak pihak pesimistis Desa Temesi mampu mengelola objek wisata secara mandiri. Namun tekad kuat dan kebersamaan warga menjadi kunci utama untuk membuktikan sebaliknya.

“Di awal kami bahkan belum memiliki dukungan APBDes. Modalnya murni sumbangan sukarela dan kegiatan penggalian dana hingga terkumpul sekitar Rp 50 juta. Dengan gotong royong, kami membuka akses sederhana menuju air terjun. Dari situ semuanya berproses,” ungkap Branayoga.

Seiring berjalannya waktu, Pemerintah Desa Temesi mulai mengalokasikan anggaran melalui tiga tahap APBDes dengan total sekitar Rp 425 juta. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan akses jalan, gedung, serta fasilitas dasar pendukung pariwisata. Hasilnya mulai terlihat, hingga HUT ke-2 Temesi Waterfall telah menghasilkan pendapatan sekitar Rp 70 juta.

Pendapatan tersebut kemudian diserahkan secara simbolis kepada 13 pihak penerima manfaat, meliputi tiga subak, empat pemilik lahan, wilayah Temesi - Pegesangan - Peteluan, BUMDes, hingga dana cadangan desa. “Supaya manfaat air terjun ini benar-benar dirasakan bersama. Setiap bulan, 13 pihak tersebut menerima persentase sesuai kesepakatan yang telah disusun,” jelasnya.

Ke depan, Temesi Waterfall akan terus dikembangkan sebagai pilot project desa dalam sektor pariwisata. Pemerintah desa berkomitmen melengkapi kawasan ini dengan fasilitas penunjang seperti aula, sentra kuliner, dan berbagai atraksi wisata. “Apa yang kita bangun hari ini bukan hanya untuk sekarang, tapi untuk generasi berikutnya. Tahun 2026 kami ingin meninggalkan warisan terbaik bagi anak cucu,” tegas Branayoga.

Pelantikan pengurus Pokdarwis menjadi momentum penting dalam memperkuat pengelolaan pariwisata desa. Branayoga menilai SDM Desa Temesi sangat potensial, dengan banyak warga berprofesi di sektor pariwisata dan menguasai bahasa asing. Acara ini turut dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata, Dinas PMD, Disperindag, Kesbangpol, BPBD, Satpol PP, serta unsur masyarakat, menjadi bukti kuat dukungan lintas sektor terhadap tumbuhnya pariwisata berbasis desa di Gianyar timur.*

Editor : Putu Agus Adegrantika
#waterfall #temesi