Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tempuh Sekitar 12 Jam Perjalanan, Ogoh-ogoh Zona 7 Tiba di Puspem Badung

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 3 Maret 2026 | 16:25 WIB

Ogoh-ogoh karya ST Bhuana Kusuma, Banjar Peken, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan yang telah tiba di Puspem Badung, Selasa (3/3).
Ogoh-ogoh karya ST Bhuana Kusuma, Banjar Peken, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan yang telah tiba di Puspem Badung, Selasa (3/3).

BALIEXPRESS.ID - Sebanyak tiga ogoh-ogoh dari Kecamatan Kuta Selatan (Zona 7) telah tiba di area Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa (3/3).

Ketiganya pun akan mengikuti lomba dalam ajang Badung Caka Fest 6-8 Maret 2026.

Semangat para sekaa teruna sangat tinggi untuk mengikuti lomba tersebut lantaran proses membawa ogoh-ogoh ke venue acara sekitar 12 jam.

Dari pantauan di lokasi, ada tiga ogoh-ogoh yang telah memasuki tenda yang telah disiapkan oleh panitia sekitar pukul 10.00 Wita.

Ketiganya adalah ogoh-ogoh karya, ST Bhakti Darma, Desa Pecatu, ST Bhuwana Kusuma, Kelurahan Benoa, dan ST Astiti Yoga Sentana, Kelurahan Benoa.

Ketiga ogoh-ogoh inipun terbungkus rapi untuk menghindari kerusakan, apalagi saat diperjalanan diterjang hujan deras.

Ketua ST Bhuwana Kusuma, I Wayan Ananda Pranata Kusuma mengatakan, proses pemindahan ogoh-ogoh dari banjar dilakukan mulai pukul 20.00 Wita, kemudian berangkat bersama dua sekaa teruna lainnya sekitar pukul 21.00 Wita.

Proses pemindahan ogoh-ogoh ke atas towing pun mengalami sedikit kendala, lantaran bambu yang menyangga patah.

Sehingga posisinya tidak dapat direbahkan, hanya dengan posisi miring.

Pengiriman ogoh-ogoh ini pun cukup lama, yakni sekitar 12 jam lantaran banyak rintangan di jalan.

“Terus juga sudah mulai padat tadi pagi jam 6, karena sekarang hari kerja. Tadi kita sampai disini (Puspem Badung) jam setengah 8, sampai dengan selamat,” ujar Ananda.

Pihaknya menyebutkan, proses pengiriman ogoh-ogoh ini sedikit lebih lancar dibanding tahun sebelumnya.

Namun dirinya mengaku masih ada rintangan seperti ranting pohon perindang dan kabel yang menggantung terlalu rendah.

Ranting pohon perindang pun dipotong sendiri oleh sekaa teruna di Jalan Imam Bonjol.

“Akhirnya kabel masih kena di ogoh-ogohnya. Sampai kemudian ogoh-ogohnya patah di tangan karena kena kabel kemarin. Terus juga tadi sempat ada kendala juga terkait sama ranting pohon perindang,” ungkapnya.

Dalam proses pengiriman ogoh-ogoh ini, Ananda menerangkan, dibantu oleh seluruh krama Banjar Peken, Pecalang, Camat Kuta selatan, Satpol PP, dan pihak kepolisian.

Untuk anggaran yang digunakan, dalam perhitungan semementara sebesar Rp 5 juta.

“Sewa towingnya kita Rp 2 juta untuk ke sini aja. Dan juga makan, minum, dan juga peralatan yang lainnya,” terangnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, ogoh-ogoh ini berjudul Manutur yang diangkat dari cerita di lama yang berkembang di masyarakat.

ogoh-ogoh ini dibuat dengan biaya yang sekitar Rp 296 juta, dari dana bantuan Pemkab Badung, penjualan baju, dan sumbangan lainnya.

“Ini terakhir kita hitung per tanggal 21 Februari, Rp 201 juta masuk kas sudah habis. Dan juga ada beberapa barang yang belum dibayar sebesar Rp 95 juta. Jadinya totalnya Rp 296 juta,” paparnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#Kuta Selatan #lomba #ogoh-ogoh #puspem badung #Sekaa Teruna