Advertorial Bali Balinese Bisnis Features Hiburan Internasional Kesehatan Kolom Nasional Nusantara Politik Sportainment Wisata & Travel

Jelang Mudik Lebaran 2026, Antrean Truk di Jalur Gilimanuk Mengular hingga 4 Kilometer

I Gde Riantory Warmadewa • 2026-03-14 07:15:15

Kondisi antrean kendaraan yang didominasi truk hingga hutan Cekik Gilimanuk, Jumat (13/3/2026).
Kondisi antrean kendaraan yang didominasi truk hingga hutan Cekik Gilimanuk, Jumat (13/3/2026).

BALIEXPRESS.ID - Aktivitas kendaraan di jalur lintas nasional wilayah Gilimanuk, Kabupaten Jembrana mulai menunjukkan kepadatan tinggi menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.

Antrean kendaraan bahkan mengular hingga kawasan hutan Cekik yang berada di wilayah Taman Nasional Bali Barat, atau sekitar 4 kilometer dari area pelabuhan pada Jumat (13/3/2026).

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan didominasi oleh angkutan logistik. Mulai dari truk kecil, truk sedang, truk besar hingga tronton tampak memadati jalur menuju pelabuhan.

Kemacetan ini diketahui mulai terjadi sejak Kamis malam (12/3/2026) dan masih berlangsung hingga Jumat siang.

Sejumlah sopir mengaku harus menunggu berjam-jam akibat antrean panjang tersebut. Bahkan sebagian di antaranya terjebak kemacetan hingga empat jam.

Aris,41, sopir truk pengangkut ternak sapi dengan tujuan Jakarta, mengaku mulai terjebak kemacetan sejak pagi hari.

“Mulai jam setengah enam pagi tadi saya sudah kejebak macet. Jam 10 baru sampai depan Masjid Al-Mubarok ini,” keluh Aris saat ditemui di lokasi antrean.

Hal serupa disampaikan Angga, sopir truk kecil yang mengaku terjebak antrean sekitar dua jam sejak tiba di kawasan hutan Cekik sekitar pukul 08.00 WITA.

“Dua jam sudah macet, jalannya selangkah-selangkah,” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk AKP Kukuh Emanuel menjelaskan kemacetan dipicu oleh meningkatnya volume kendaraan yang keluar dari Bali, terutama kendaraan logistik.

Menurutnya, kepadatan kendaraan sudah mulai terlihat sejak Kamis malam.

“Dari kemarin malam sudah terjadi antrean karena peningkatan volume kendaraan, terutama logistik,” jelasnya.

Meski demikian, kendaraan kecil dan sepeda motor masih dapat melintas dengan relatif lancar.

“Untuk kendaraan kecil belum ada kanalisasi kendaraan di area terminal kargo. Saat ini baru menggunakan satu gang pemukiman sementara,” tambahnya.

Di sisi lain, aktivitas penyeberangan di jalur Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang kini telah menerapkan pola operasi padat.

Sebanyak 30 armada kapal penyeberangan saat ini dioperasikan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan menjelang arus mudik Lebaran.

“Ini sudah pola padat sekarang karena ada peningkatan volume kendaraan,” jelasnya.

Kepadatan di jalur ini diperkirakan masih akan meningkat dalam beberapa hari ke depan seiring semakin dekatnya puncak arus mudik Lebaran 2026. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#lebaran #gilimanuk #jembrana