Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Goa Peteng, Dulu Sumber Air Warga, Kini Jadi Tempat Melukat

I Putu Suyatra • Sabtu, 26 Agustus 2017 | 20:33 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, JIMBARAN - Siapa tidak tahu kawasan Jimbaran, daerah yang sangat terkenal dengan dunia pariwisata hingga ke mancanegara. Namun, di Jimbaran ternyata terdapat pura atau tempat suci Agama Hindu yang cukup menakjubkan. Namanya Pura Goa Peteng Alam Tunjung Mekar.  


Pura Goa Peteng Alam Tunjung Mekar berasal dari kata Goa yang berarti goa, Peteng memiliki arti gelap. Sementara Alam berarti terbentuk melalui proses alam, dan Tunjung Mekar memiliki harapan seperti bunga terartai  yang kembang sehingga banyak yang mencari atau menginginkan.


Pura ini telah berada sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Lokasinya di Jalan Goa Peteng, dekat Ayana Hotel. Atau di wilayah Desa Adat Kutuh, di tengah-tengah jalur Bandara Ngurah Rai menuju Pura Uluwatu. Namun aksesnya jukup berat, jalannya yang rusak dan masih berupa bebatuan kapur.


Setelah melewati jalan batu kapur sekitar 1,5 km, barulah ditemukan pura yang berada di mulut goa tersebut. Tidak diketahui secara pasti kapan secara persis pura ini berdiri. "Sudah ada sejak lama, saya dapat sudah begini dan saya hanya melanjutkan," ujar Pemangku Pura Goa Peteng Alam Tunjung Mekar, I Ketut Kecuh yang diwawancarai Jumat (20/11/2016).


Pada mulanya, pura ini hanya terdiri dari satu palinggih di mulut goa yang memiliki sumber air tersebut. Dulu, warga setempat menggunakan sumber air itu untuk keperluan sehari-hari. 


Kala itu, masyarakat setempat menggunakan obor untuk sampai di dasar goa, tempat sumber air. Hal ini dikarenakan di dalam goa tidak terdapat penerangan sama sekali. Kini masyarakat tak lagi memanfaatkan goa ini sebagai sumber air untuk keperluan sehari-hari. Melainkan dikelola sebagai tempat melukat atau penyucian diri. 

Editor : I Putu Suyatra
#pura #badung #jimbaran