BALI EXPRESS, GANGGA - Ritual Agni Hotra khusus dilakukan di Satrugna Ghat di tepi Sungai Gangga oleh sejumlah yogi di India, Rabu (27/9) malam, kemarin. Sejumlah tokoh spiritual yang tergabung dalam Komunitas Indonesia India Sanggam ini, mendoakan untuk keselamatan masyarakat Bali yang terdampak akibat aktivitas Gunung Agung yang kini statusnya menjadi Awas.
Renungan dipimpin Brahmachari Satrugna Ghat Rsikesh, dihadiri Swami Sankara Tilak, Acharya Manoj Dwiwedi dan beberapa Swami dari India dan Yogi Yogini yang sedang mengambil pelatihan Yoga.
Dari Komunitas Indonesia India Sanggam dipimpin oleh BR Indra Udayana dan beberapa pemimpin Ashram di Bali, seperti Ki Nantra dari perguruan Seruling Dewata, Guru Ketut Kayana dari Bangli, Nyoman Subandi dari Ambar Ashram, Agus Tarchi dari Graha Ulangun Shanti Nusa Lembongan, termasuk empat dosen IHDN yang mengikuti program short course, yakni DR I Gede Suwantana, DR I Gede Sutarya, DR Surya Pradnya, dan DR Agung Widiana
Dikatakannya, dalam doa yang sangat khusus ini, semua merasakan menjadi bagian Pulau Bali yang sangat indah dan luar biasa ini, tengah diuji kesabarannya, rasa persaudaraan, dan juga keinginan untuk melewati semuanya dengan kebersamaan.
Mereka semua juga merasakan kepedihan keluarga yang mengalami dampak akibat aktivitas Gunung Agung yang mulai membahayakan.
BR Indra Udayana yang asal Klungkung yang kebetulan pernah mendengarkan cerita neneknya soal erupsi Gunung Agung 1963 yang menghancurkan hasil pertaniannya dan bagaimana juga Klungkung kena dampaknya.
"Saya berharap tidak lagi ada bencana semacam itu, " ujarnya, lewat pesan singkat kepada Bali Express (Jawa Pos Group) dari India,Kamis (28/9).
Ditambahkannya, Ashram Gandhi Puri yang berada di Klungkung sudah mulai menerima keluarga (Shantisena) atau warga yang memang kebanyakan asal Karangasem untuk diajak tinggal di Ashram. "Sejak status Gunung Agung naik menjadi Siaga, saya sudah perintahkan warga ashram yang dari Karangasem untuk mengajak keluarganya tinggal di ashram untuk sementara," ujarnya. BR Indra Udayana yang berada di India hingga Desember ini, berharap masalah yang menimpa warga Karangasem bisa diatasi dengan baik oleh saudara-saudaranya dari luar Karangasem, juga oleh pemerintah.
Editor : I Putu Suyatra