Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Para Yogi di India Gelar Doa Khusus untuk Gunung Agung di Tepi Gangga

I Putu Suyatra • Kamis, 28 September 2017 | 21:42 WIB
Para Yogi di India Gelar Doa Khusus untuk Gunung Agung di Tepi Gangga
Para Yogi di India Gelar Doa Khusus untuk Gunung Agung di Tepi Gangga

BALI EXPRESS, GANGGA - Ritual Agni Hotra khusus  dilakukan di Satrugna Ghat di tepi Sungai  Gangga oleh sejumlah yogi di India,  Rabu (27/9) malam, kemarin. Sejumlah tokoh spiritual yang tergabung dalam  Komunitas Indonesia India Sanggam ini, mendoakan untuk keselamatan masyarakat Bali yang terdampak  akibat aktivitas Gunung Agung yang kini statusnya menjadi Awas.


Renungan dipimpin Brahmachari Satrugna Ghat Rsikesh, dihadiri Swami Sankara Tilak, Acharya Manoj Dwiwedi dan beberapa Swami dari India dan Yogi Yogini yang sedang mengambil pelatihan Yoga.


Dari Komunitas Indonesia India Sanggam dipimpin oleh BR Indra Udayana dan beberapa pemimpin Ashram di Bali, seperti Ki Nantra dari perguruan  Seruling Dewata, Guru Ketut Kayana dari Bangli, Nyoman Subandi dari Ambar Ashram, Agus Tarchi dari Graha Ulangun Shanti Nusa Lembongan, termasuk empat dosen IHDN yang mengikuti program short course, yakni DR I Gede Suwantana, DR I Gede Sutarya, DR Surya Pradnya, dan DR Agung Widiana


Dikatakannya, dalam doa yang sangat khusus ini,  semua merasakan menjadi bagian Pulau Bali yang sangat indah dan luar biasa  ini, tengah  diuji kesabarannya, rasa persaudaraan,  dan juga keinginan untuk melewati semuanya dengan kebersamaan.


Mereka semua juga merasakan kepedihan keluarga yang mengalami dampak  akibat aktivitas Gunung Agung yang mulai  membahayakan.


BR Indra Udayana  yang asal Klungkung yang kebetulan pernah mendengarkan cerita neneknya soal erupsi Gunung Agung  1963 yang  menghancurkan hasil pertaniannya dan  bagaimana juga Klungkung kena dampaknya.


"Saya berharap tidak lagi ada bencana semacam itu, " ujarnya, lewat pesan singkat kepada Bali Express (Jawa Pos Group) dari India,Kamis (28/9).


Ditambahkannya,  Ashram Gandhi Puri yang berada di Klungkung sudah mulai menerima keluarga (Shantisena) atau warga  yang memang kebanyakan asal Karangasem untuk diajak tinggal di Ashram.  "Sejak status Gunung Agung naik menjadi Siaga, saya sudah perintahkan  warga ashram yang dari Karangasem untuk mengajak keluarganya tinggal di ashram untuk sementara," ujarnya.  BR Indra Udayana yang berada di India hingga Desember ini,  berharap masalah yang menimpa warga Karangasem  bisa diatasi  dengan baik oleh saudara-saudaranya dari luar Karangasem, juga oleh pemerintah. 

Editor : I Putu Suyatra