Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Luhur Mekori Disungsung Raksasa Kanibal

I Putu Suyatra • Senin, 16 April 2018 | 00:02 WIB
Pura Luhur Mekori Disungsung Raksasa Kanibal
Pura Luhur Mekori Disungsung Raksasa Kanibal

BALI EXPRESS, TABANAN - Menurut cerita dari para leluhur yang sudah menjadi kepercayaan oleh warga setempat, dahulu kala sejatinya Pura Luhur Mekori di Banjar Pemudungan, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan disungsung kelompok warga yang merupakan manusia dan kelompok raksasa yang kanibal. Namun, hal tersebut berubah ketika terjadi suatu peristiwa. 


Perbekel Desa Belimbing I Made Adi Suyana mengatakan dulu yang menyungsung Pura Luhur Mekori ini kelompok manusia dan kelompok raksasa di sebuah Desa yang namanya adalah Desa Mekori.


Peristiwa tersebut bermula ketika setiap piodalan di Pura Luhur Mekori kelompok manusia menggelar pertunjukan Tari Rejang Renteng yang akan mengitari areal utama pura dengan membawa serta lelontekan, tombak, dan pengawin. Namun, setiap kali menari, penari Rejang Renteng yang berada pada barisan paling akhir selalu menghilang , sehingga tak ada penari yang mau menari Rejang Renteng, dan tentunya hal itu sangat mengusik ketentraman masyarakat.


“Namun, agar tradisi turun temurun itu tidak hilang, pihak desa kemudian memikirkan cara untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi terhadap penari Rejang Renteng yang paling akhir,” sambung Adi.



Akhirnya terpikirkanlah cara, yakni dengan membekali penari Rejang Renteng paling akhir dengan benang yang diikat di pergelangan tangannya dan disiapkan gulungan benang yang cukup panjang, sehingga ketika diculik benang tersebut dapat digunakan untuk mengikuti jejak penculik tersebut. “Dan, akhirnya penari paling belakang menghilang, setelah diikuti oleh warga ternyata benang itu menuju sebuah goa yang ditempati pasangan suami dan istri yang juga menyungsung Pura Luhur Mekori,” tambahnya.



Hal tersebut kemudian membuat masyarakat Desa Mekori murka dan ingin menghabisi raksasa tersebut. Namun, raksasa pria mengatakan jika raksasa wanita lah yang menculik para penari, sehingga raksasa wanita dihabisi oleh masyarakat. Namun, karena emosi raksasa pria pun ikut dihabisi . Namun, sebelum terbunuh, raksasa pria mengutuk masyarakat Desa Mekori  akan dihujani bola api sampai hancur karena membunuh raksasa yang tak bersalah. “Setelah raksasa pria terbunuh, maka Desa Mekori dihujani bola api hingga desa porak-poranda dan akhirnya Desa Mekori menjadi tak berpenghuni sampai akhirnya krama Pasek Tohjiwa datang dan menempati Desa Mekori,” ujarnya.



Saat mulai menempati Desa Mekori yang tak berpenghuni, karma Pasek Tohjiwa kagum akan alam Desa Mekori yang seperti buritan samudera dan dikelilingi lembah yang sangat indah menyerupai buah Belimbing,  sehingga Desa Mekori dinamakan Desa Belimbing hingga saat ini.



  
Desa Belimbing saat ini mulai banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara karena keasrian alam yang dimiliki, sehingga Pura Luhur Mekori juga sering kali dikunjungi sebagai wisata spiritual yang memiliki sejarah unik. 

Editor : I Putu Suyatra
#pura unik #pura #sejarah pura