Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Adat dan Agama Sama, Maluku Utara Telusuri Jejak Suku Kei ke Pedawa

I Putu Suyatra • Sabtu, 1 September 2018 | 03:54 WIB
Adat dan Agama Sama, Maluku Utara Telusuri Jejak Suku Kei ke Pedawa
Adat dan Agama Sama, Maluku Utara Telusuri Jejak Suku Kei ke Pedawa

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Ada yang menarik dari kunjungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara ke Buleleng. Bukan hanya sebatas sharing atau studi banding terkait tata pemerintahan di daerahnya. Namun ada misi penelusuran rekam jejak leluhur Suku Kei di Buleleng.


Mereka rupanya ingin mendalami jejak sejarah leluhur Suku Kei di Buleleng, tepatnya di Desa Bali Aga Pedawa, Kecamatan Banjar. Konon, penyusuran dilakukan berdasarkan kesamaan yang ada dan dari prasasti-prasasti yang telah dipelajari.


Rombongan yang dipimpin langsung Bupati Maluku Tenggara, Anderias Rentanubun ini diterima langsung oleh Sekda Buleleng, Dewa Ketut Puspaka. Rombongan diterima di ruang rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng, Jumat (31/8).


Sekda Puspaka tak sendirian. Sejumlah pimpinan SKPD nampak terlihat mendampingi menerima rombongan dari Maluku Tenggara. seperti Kepala Dinas Pariwisata Nyoman Sutrisna dan Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan, Wayan Sujana.


Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun menjelaskan kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk silaturahmi dengan Pemkab Buleleng. Di samping itu, tujuan utama dari kunjungan ini adalah menyusuri jejak sejarah orang suku Kei yang diyakini berasal dari Bali.


Hal tersebut didasari oleh hukum adat yang dipakai suku Kei yaitu Hukum Larvul Ngabal yang dibawa oleh perempuan Bali pada saat itu yang bernama Nendit Sakmas.


“Ya dari sejarah itu kita menyusuri leluhur orang Kei yang berasal dari Bali namun tepatnya belum diketahui di Bali bagian mana,” jelasnya.


Berdasarkan sejumlah bukti yang ada serta kesamaan-kesamaan yang dimiliki, maka merujuk sebuah wilayah tepatnya dari Buleleng. Dengan kunjungan ini pihaknya ingin bertemu tetua adat khususnya di Desa Pedawa dan juga melakukan penelitian di sana bersama tim.


Lebih lanjut Anderias merinci ada sejumlah kesamaan yang ditemukan. Di antaranya keris, perahu kecil, rumah adat dan juga tradisi seperti orang-orang suku Kei menganut Hindu Bali.


“Rumah adat di Kei memiliki kesamaan dengan rumah adat yang ada di Desa Pedawa dari sisi dalamnya dan juga tradisinya memiliki kesamaan dengan ditunjukkan orang-orang suku Kei menganut agama Hindu Bali,” imbuhnya.


Terkait hal ini, Sekda Puspaka mengungkapkan kunjungan ini menjadi semacam jembatan untuk menggabungkan ikatan persaudaraan yang dulu sejarahnya pernah ada. Buleleng ternyata memiliki keluarga dan sejarah di Maluku Tenggara.


Itu menunjukkan bagaimana kedinamisan para leluhur sangat fleksibel untuk menjelajah seluruh nusantara. “Hal ini melanjutkan langkah dari Kabupaten Malang, Jawa Timur untuk menyusuri hubungan sejarahnya di Buleleng,” ungkapnya.


Sekda Puspaka menambahkan mendukung penuh apa yang menjadi tujuan dari Kabupaten Maluku Tenggara ini. Utamanya untuk menyusuri sejarah persaudaraan yang dulu pernah ada dengan Kabupaten Buleleng.


Pemkab Buleleng melalui OPD terkait akan memfasilitasi Kabupaten Maluku Tenggara dan juga terus mengikuti perkembangan-perkembangan yang akan terjadi selanjutnya. “Kita siap untuk terus mengikuti penelitian ini,” pungkas Dewa Puspaka. 

Editor : I Putu Suyatra
#hindu #buleleng