BALI EXPRESS, GIANYAR - Selain sebagai tempat penyimpanan gelung Joged Bumbung, Pura Pucak Bukit Jangkrik di Lingkungan Bukit Jangkrik, Kelurahan Samplangan, Gianyar juga diyakini sebagai tempat mohon taksu penari.
Pemangku Pura Bukit Jangkrik, Jero Mangku Wayan Bandem mengatakan, khusus penari joged yang baru belajar dan akan tampil di suatu acara maupun upacara, biasanya bangkit memohon taksu di Pura Bukit Jangkrik, Gianyar.
"Setiap bulan pasti ada saja penari joged yang mohon taksu di pura . Lantaran masyarakat setempat dan di sekitar Desa Bukit Jangkrik meyakini pura itu sangat tepat untuk memohon taksu. “Mungkin karena dulunya di sini sebagai guminya Joged Bumbung, membuat mereka yang baru belajar menari langsung nunas restu di sini,” papar
Jero Mangku Wayan Bandem kepada Bali Express (Jawa Pos Group) akhir pekan kemarin di Gianyar.
Soal sesajen yang harus dibawa saat nunas taksu, lanjut Jero Mangku Bandem, tidak ada patokan khusus. Melainkan berdasarkan keikhlasan dan kepercayaan masing-masing orang. Mulai dari menghaturkan canang sari, pajati, hingga hanya bersembahyang, boleh saja.
“Tidak harus membawa sesajen yang besar, cukup datang dengan pikiran yakin, percaya dan diimbangi usaha, pasti akan ada hasilnya. Saya juga tidak berani memastikan, karena taksu itu bermula dari diri sendiri terlebih dahulu,” tandasnya.
Pura yang diempon oleh 300 kepala keluarga itu, tidaklah sulit mencarinya. Hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit dari pusat Kota Gianyar. Tepat di depan Kantor Lurah Samplangan ke utara menuju Bukit Jati. Ketika sampai di Balai Banjar Bukit Jati, belok ke kanan menuju arah timur, sekitar 500 meter akan sampai di Desa Bukit Jangkrik. Tepat di utara Balai Banjar Bukit Jangkrik akan terlihat pura yang dinamai Pura Pucak Bukit Jangkrik.
Editor : I Putu Suyatra