TABANAN, BALI EXPRESS - Indonesia merupakan gudangnya rempah-rempah. Alam Indonesia yang subur membuat tumbuhan bisa tumbuh dan berkembang dengan mudah. Termasuk kelompok tanaman rempah, salah satunya yang sangat akrab dengan kehidupan masyarakat adalah Lengkuas (Alpinia galanga), atau yang dalam Bahasa Bali disebut Isen. Tanaman ini memiliki aroma pedas dan sering kali dimanfaatkan sebagai bumbu masakan maupun jamu tradisonal.
Lengkuas atau Isen merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi dan dataran rendah. Batangnya terdiri dari susunan pelepah daun. Isen memiliki dua jenis, yaitu Isen yang berimpang putih dan berimpang merah. Isen juga mengandung banyak unsur-unsur penting yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, selain mengandung 1 persen minyak Atsiri. Yang berwarna kuning kehijauan mengandung Metilsinamat 48 persen, Sineol 20-30 persen, Eugenol, Kamfer 1 persen, dan Seskuiterpen.
Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Tabanam I Made Muliarta, mengatakan, Isen bagi masyarakat Bali (Hindu) merupakan salah satu rempah-rempah yang wajib ada dalam masakan khas Bali. “Selain digunakan sebagai bumbu masakan khas Bali, Isen juga menjadi salah satu pelengkap sarana upakara, dan tidak terlepas juga keberadaan Isen sebagai pelengkap ramuan tradisional,” ujarnya pecan kemarin.
Dalam Lontar Taru Pramana, salah satu lontar tentang jenis tanaman yang berkhasiat obat, diuraikan begitu banyak manfaat dari Isen. Dalam Lontar Taru Pramana juga disebutkan secara umum bahwa penyakit ada tiga jenis, yakni penyakit dengan kondisi panes (panas), nyem (dingin), dan sebaa (panas-dingin).
Penentuan dari obat yang digunakan juga didasari atas gejala yang muncul pada pasien pengidap penyakit tertentu. Tanaman berdasarkan kasiatnya, menurut Lontar Taru Pramana, terbagi menjadi tiga kategori, yaitu tanaman yang mengandung unsur panes (panas), tis (dingin), dan dumalada (sedang-sedang, netral). “Isen sendiri menurut lontar Lontar Taru Pramana memiliki khasiat panas,” imbuhnya.
Akan tetapi, menurut pria asal Banjar Cacab-Jangkahan, Desa Biaung, Penebel, Tabanan ini, Isen cenderung sebagai bahan pelengkap dalam ramuan-ramuan yang dimuat Lontar Taru Pramana. Belum ada ramuan atau obat yang menunjukkan, bahwa Isen sebagai bahan utama atau bahan pokok dalam pengobatan.
Isen biasanya sebagai racikan tambahan yang digunakan untuk melengkapi. Seperti pada beberapa kutipan tentang penggunaan Isen yaitu pada halaman 8a Lontar Taru Pramana. Adapun isinya adalah sebagai berikut. “Titiang blingbing, anggen tamba dekah, daun anggen simbuh, ra, Isen kunyit, 3, iris. Babakan anggen loloh, ra, temu tis, katumbah limang besik”.
Selanjutnya pada halaman 10b tertulis “Titiang gendola, daging tis, akah tis, getah barah, ta, ngutah bayar, don titiange, 11, bidang anggen loloh, ra, cuka, isen, limang iris.” Dan, pada halaman 12a disebutkan : “Titiang pancar sona daging anget, daun akah dumalada, dados tamba ngenyeb, ra, sulasih mrik, lunak tanek, isen tigang tebih, uyah areng, don titiange sane kuning ulig.”
Jika diperhatikan dari beberapa penggalan Lontar Taru Pramana tersebut, Isen sangat penting sekali peranannya dalam melengkapi ramuan. “Penggunaan Isen dalam pengobatan tradisional Bali yang mengacu pada Lontar Taru Pramana biasanya dengan cara diiris, dicincang, ataupun
dihaluskan melalui proses pengulekan,” paparnya.
Pemanfaatan tanaman obat yang terdiri dari tambahan Isen diolah menjadi obat berupa loloh, maupun boreh. Jumlah penggunaan Isen biasanya dengan hitungan berupa irisan atau potongan. “Bukan hanya terbatas pada ramuan penyakit ringan, Isen juga sebagai pelengkap ramuan penyakit yang terkategori kronis,” sambungnya.
Dalam perkembangan teknologi dan kesehatan, Isen juga sudah diteliti hingga terpublikasi ada berbagai macam manfaat bagi kesehatan. Menurut beberapa artikel yang telah dicermati Muliarta, yang sejatinya tidak begitu jauh kaitannya dengan Lontar Taru Pramana, manfaat Isen yang telah berkembang di dunia medis, salah satunya adalah mampu mengobati Diabetes.
Isen memiliki efek menghambat metabolisme karbohidrat, dan meminimalkan lonjakan glukosa dalam darah. Hal ini menjadi salah satu manfaat dari nutrisi di dalam Isen yang setara dengan obat antidiabetik sintetik.
Ia pun berharap pada dunia kesehatan agar tanaman Isen dapat betul-betul menjadi obat yang kini diperlukan masyarakat, serta mengajak untuk memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanami Isen, sebagai tanaman rempah yang memiliki berbagai khasiat
Editor : I Komang Gede Doktrinaya