Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Gunung Gondol Penyabangan; Tempat Memohon Kesejahteraan

I Putu Suyatra • Rabu, 10 Februari 2021 | 18:57 WIB
Pura Gunung Gendol Penyabangan; Tempat Memohon Kesejahteraan
Pura Gunung Gendol Penyabangan; Tempat Memohon Kesejahteraan


SINGARAJA, BALI EXPRESS - Pura Gunung Gondol yang terletak di Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, memang terkenal angker. Dari dulu sebelum adanya pura ini, tidak ada satu orang pun yang berani melintas maupun datang ke tempat ini. Meskipun ada yang datang, jarang dari mereka yang pulang dengan keadaan sehat. Pastinya akan mengalami sakit secara niskala atau istilah orang Bali, kesambet.



“Mulanya tidak ada yang datang kesini. Siapa yang mau datang, tempat ini angker sekali. Sering ada yang kesambet kalau kesini. Makanya tidak ada yang berani kesini. Sampai ada seorang sulinggih yang datang tangkil ke tempat ini, barulah mulai orang-orang berdatangan,” kata Jro Mangku Nyoman Masjana yang akrab disapa Jro Jengki.



Jro Jengki juga membeberkan pengalamannya salama ngayah di pura Gunung Gondol. Banyak hal gaib dan aneh yang dilihat dan dialaminya. Namun ia tak serta merta mengungkap semuanya. Hanya beberapa yang disampaikan kepada Bali Express (Jawa Pos Group). Mulai dari bergeraknya Gunung Gondol hingga bertemu dengan banyak ular dan ribuan prajurit perang. “Sebelumnya saya memang tidak percaya dengan hal-hal gaib atau mistis. Tapi saya mengalaminya sendiri, gunung ini bergoyang seperti gempa saat satu bulan pengerjaan pura ini. Lalu saya bertanya kepada yang berstana disini, ternyata ada Ulo atau seekor ular besar bergerak. Disini banyak sekali ada ular. Tapi tidak terlihat. Sekarang tidak pernah muncul lagi, karena sudah ada Palinggih Ulo Ratu dibawah. Biasanya ada ular besar tapi pendek sering muncul setiap jam 5 sore. Kadang di waktu-waktu tertentu baru muncul. Sekarang malah muncul di kamar suci saya. Ada tiga kadang-kadang muncul. Selain itu, disini juga banyak sekali prajurit. Mereka yang kadang membantu saya mengerjakan pura ini. Tapi kalau itu diungkap, orang lain tidak akan percaya. Pasti saya dikira buduh (gila, Red),” tuturnya.



Setiap tempat suci pasti memiliki larangan-larangan yang harus dipatuhi. Sama halnya dengan Pura Gunung Gondol ini. Bila datang ke tempat ini dilarang keras melepas rambut bagi wanita. Tidak boleh mengkonsumsi daging sapi, dan tidak boleh menyusui. “Kalau disini jangan melepas rambut. Kalau bisa diikat, kalau bisa disanggul. Karena itu sifat marah dari Ratu Niang Sakti. Selain itu, dilarang menyusui disini, makan daging sapi di areal ini. Kalau diluar dari pura ini, ya silahkan. Asal tidak di pura. Ida tidak berkenan,” ujar Jro Jengki.



Pura Gunung Gondol ini merupakan pura pesanakan dari Ida Peranda Sakti Wawu Rauh. Akan tetapi yang ditugaskan untuk berstana di pura ini adalah sakti dari Dewa Indra yakni Ratu Bhatara Mentang Yuda. Tempat ini juga tempat untuk memohon kesejahteraan dan keselamatan. Bisa meredam semua masalah. Kemelut rumah tangga, perekonomian, karir, sakit medis maupun non medis. Bahkan hingga memohon keturunan. “Selain itu, disini juga ditemukan topeng Gajah Mada yang terukir pada batu. Saya juga heran, kenapa ada Gajah Mada disini. Ketika saya tanyakan, beliau pernah singgah disini,” imbuhnya.



Jika dilihat dari atas, pura ini berbentuk daun teratai. Dasarnya adalah penyu dan yang mengikat gunung ini adalah ular. Sejauh ini di Pura Gunung Gondol belum pernah melakukan piodalan, karena areal ini masih belum selesai dibangun. Sementara, pada saat rahina Pagerwesi dibuatkan banten. Uniknya, tirta yang digunakan dalam upacara di Pura Gunung Gondol diambil dari pura Telaga Pingit yang berlokasi di tengah hutan.



Editor : I Putu Suyatra
#bali #hindu #pura #sejarah pura #buleleng