Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Agung Wira Loka Natha Cimahi Ukir Sejarah Baru

I Komang Gede Doktrinaya • Kamis, 29 April 2021 | 23:50 WIB
Pura Agung Wira Loka Natha Cimahi Ukir Sejarah Baru
Pura Agung Wira Loka Natha Cimahi Ukir Sejarah Baru


CIMAHI, BALI EXPRESS- Pura Agung Wira Loka Natha di Kota Cimahi, Jawa Barat, mencatatkan sejarah baru. Sebab, setelah 43 tahun pura ini berdiri, baru kali ini bisa menggelar prosesi Dwijati atau menjadikan seseorang sebagai sulinggih. 


Hal itu disampaikan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Cimahi, Nyoman Sukadana, Kamis (29/4). “Ini proses Dwijatinya yang baru pertamakali. Sebelumnya sudah ada sulinggih, tapi proses Dwijatinya tidak di Cimahi,” kata Sukadana.  


Dikatakannya, Pura Agung Wira Loka Natha ini merupakan pura tertua di Jawa Barat, dan baru pertama kalinya bisa melaksanakan prosesi Dwijati.


Ia menjelaskan prosesi Dwijati itu dijalani oleh Jro Mangku Ida Bagus Nyoman Wirawan dan Jro Mangku Ida Ayu Dewi Susiani, Rabu (28/4) di Pura Agung Wira Loka Natha Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Acara sakral ini juga dihadiri oleh Wali Kota Cimahi, PHDI Pusat, PHDI Jawa Barat, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan stakeholder lainnya di wilayah tersebut. 


“Setelah upacara Diksa Dwijati, para Diksita diberikan gelar (bhiseka) sesuai pemberian Nabenya, yaitu Ida Pedanda Gede Putra Pasuruan Watulumbang dan Ida Pedanda Istri  Ratna Manuaba,” sambung Sukadana.


Disampaikan juga prosesi Dwijati tersebut dilakukan dalam mendukung program PHDI Provinsi Jawa Barat tentang regenerasi Sulinggih untuk umat Hindu di Bandung dan sekitarnya.  


Dengan adanya Sulinggih di Cimahi, Sukadana berharap tidak hanya difungsikan oleh masyarakat atau umat Hindu yang ada di Cimahi saja. Melainkan agar dapat digunakan atau difungsikan dan ditugaskan untuk melayani umat Hindu se-Nusantara.


“Adanya Sulinggih di Cimahi agar tidak terbatas kewajiban dan tugas beliau sebagai pelayan umat di sini saja. Bukan untuk di Cimahi dan sekitarnya saja, tapi  beliau bertugas untuk umat yang ada di Nusantara ini. Karena ini pertama kali dilakukannya prosesi Dwijati di Pura Agung Wira Loka Natha dan sebagai perjalanan spiritual terbaik dalam sejarah kami di sini,” tegasnya.


Ida Pedanda Gede Putra Pasuruan Watulumbang saat walaka atau sebelum Madiksa merupakan kelahiran Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, 8 Agustus 1973. Sementara saat ini tinggal di Jalan Pasir Kumeli, Kota Cimahi,  dan beliau merupakan pensiunan karyawan PT. Casbar Pancaran Berkat Jawa Barat.


Sementara Ida Pedanda Istri  Ratna Manuaba sebelum madiksa memang kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 18 Maret 1978.  Ida Pedanda Istri ini pun merupakan lulusan Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan Biologi dan Pascasarjana Universitas Padjajaran pada Ilmu Lingkungan. 



Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#bali #dwijati #balinese #upacara #nusantara #hindu #tradisi