Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cara Mendeteksi Paica Atau Benda Gaib Bertuah Baik dan Buruk

I Komang Gede Doktrinaya • Sabtu, 19 Juni 2021 | 19:14 WIB
Cara Mendeteksi Paica Atau Benda Gaib Bertuah Baik dan Buruk
Cara Mendeteksi Paica Atau Benda Gaib Bertuah Baik dan Buruk

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Ada banyak cara yang digunakan secara turun-temurun untuk mendeteksi apakah paica itu bertuah (metaksu) atau tidak. Pasalnya, akan berdampak terhadap tata cara memperlakukan dari paica tersebut.


Penekun spiritual Putu Agus Panca Saputra yang dikenal dengan nama Jro Panca, mengakui, tidak sedikit orang awam mencoba menguji paica dengan cara-cara sederhana. Semisal saat si penerima paica dalam kondisi sakit, maka paica yang diterima tersebut dijadikan sarana untuk menghantarkan doa kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar diberikan kesembuhan dan kesehatan. “Kalau memang benar bisa sembuh, itu mungkin menjadi salah satu sinyal jika paica itu memilki khasiat,” katanya.


Cara lain misalnya dengan meletakkan paica yang diterima itu di bawah bantal. Sebelum tidur, penerima bisa berdoa agar diberikan petunjuk dalam mimpi apakah paica itu memang bertuah atau sebagai benda biasa. “Kalau memang benar itu paica, agar diberi petunjuk dalam mimpi, sehingga ada perlakuan khusus bagi paica,” tambahnya.


Ada juga cara mendeteksi paica itu dengan diikat dan digantung menggunakan benang tridatu. Si penerima bisa saja meminta paica itu bergerak ke kanan atau ke kiri saat digantung. Jika paica bergerak sesuai dengan permintaan, maka dipastikan paica itu memiliki khasiat.


Lalu, bagaimana cara mendeteksi jika paica itu milik bangsa bawah atau bangsa atas? Dijelaskan Jro Panca, benda yang dianggap paica itu ditaruh di bawah, kemudian tidak ada dampak lain, maka bisa jadi, jika kodam atau penghuni dari paica itu adalah bangsa bawah. 


“Sebaliknya kalau dikomplin, itu menandakan kodam dari penghuni paica itu adalah bangsa atas,” tegasnya.


Pun demikian dengan sikap karakter dari si penerima paica. Jika setelah menerima paica karakternya berubah menjadi beringas. egois, pemarah, nyapa kadi aku atau angkuh, maka disarankan agar paica itu dibuang saja ke laut.


“Untuk apa menerima paica yang memberikan energi negatif? Justru menjadi penghalang bagi penerimanya untuk bhakti kepada Tuhan, kan lebih baik dibuang saja. Jangan dikasihani, karena justru mencelakai,” pesannya


Bila karakter si penerima menjelma menjadi orang yang sabar, santun, penyayang setelah menerima paica, maka dipastikan paica tersebut dihuni oleh bangsa atas. Nah tentu paica seperti ini bisa dirawat sebaik-baiknya, karena mendatangkan kenyamanan, ketentraman, menarik rezeki, hingga memberikan kesehatan bagi penerimanya. 



Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#balinese #upacara #hindu #tradisi