Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Usada Kalimosada (3) : Tidak Bisa Ereksi

I Komang Gede Doktrinaya • Selasa, 22 Juni 2021 | 17:25 WIB
Usada Kalimosada (3) : Tidak Bisa Ereksi
Usada Kalimosada (3) : Tidak Bisa Ereksi

DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam masalah kesehatan, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan sarana untuk mengatasi sakit dirangkum, dan diambil dari Buku 'Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali'. 


Buku yang ditulis oleh I Ketut Suwidja ini ditulis berseri, sesuai dengan yang dibeber dalam buku yang diterbitkan tahun 1991.


Memperenak rasa. Sarana : sari bunga pudak (Pandanus inermis Roxb), madu, pijer (bibit pohon kelapa), gandarusa (Justicia gendarussa l.f. Acanthaceae), dipipis, dioleskan pada penis. 


Penderas sperma. Sarana : susuru (Euphorbia barnhantii Croiz Euphorbiaceae), merica 1 biji, dimakan. 


Menghidupkan sperma. Sarana : telur ayam, merica, bawang putih, garam, dimakan mentah. Menghidupkan (dalam arti gampang ereksi) penis. Sarana : lawos 3 iris, bawang jantan 7 iris, daun jeruju (Acanthus abractcatus Vahl) diremas, diminum sambil minum tuak. 


Tidak bisa ereksi. Sarana : daun kemoning (Murraya paniculata L. jack Rutaceae) 12 lembar, jasun (Allium sativum L. Liliaceae) 7 biji, temu giri (Curcuma hyneana vahl dan V. Zijp Zingiberaceae), dipipis dicampur madu, ditelan. 


Perdarahan. Sarana : daun besar (Morus indica L), daun nangka yang belum pernah berbuah, kaledah, bawang ditambus, adas, paku-nyarem, untuk jamu. 


Sarana lainnya : akar paspasan (Cocciania cordifolia Cogn Cuvurbitaceae) kaledah, kemiri (Aleurites moluccana Willd Euphorbiaceae), sari lungid, adas (Foeniculum vulgare Mill Umbelliferaceae) bawang ditambus untuk jamu. 


Keluar darah. Sarana : asam lama gula, garam uku, santan kental, cuka, air sumber diminum. Sarana lainnya : bagian-bagian pohon belimbing (Averrhoa bilombi L. Oxalidaceae), poksor, asam lama, mur, remek daging, pijer (bibit kelapa), garam uku, kumba adas, dipipis dan dicampur santan kental kelapa, diminum. 


Obat tuju rasa (gangguan pada kelamin dan atau saluran kencing dan sekitarnya). Sarana : kulit pohon buni tahi, kulit pohon katrangan (Nyentanthes Arboi tritis L), kulit pohon mangga hijau, sari bunga nagasari (Mesua ferrea L) wangkong sari Bali, sari kuning (Acacia fornesiana Willd), kulabet, adas, dipipis dan diminum.


Sarana lainnya : ekstrak daun sirih yang sudah tua, ekstrak daun jeruk dicampur air limau linglang, sama banyak, ditambah abunya rambut (Balib : labwaning awun ing roma) abunya buluh (Parinarium corymosum Miq.), diminum.


Tuju rasa. Sarana : bunga tanjung (Mimusops elengi L. Sapotaceae) pada waktu memetiknya jangan sampai jatuh, ditusuk dengan lidi janur panjangnya sejengkal, kulit pohon waru (Hibiscus tiliaceus L. Malvaceae), 3 potong, panjangnya sejengkal, lebarnya 2 nyari (selebar dua jari), dipipis, ambil ekstraknya dicampur gula, diminum. Bedak : putik muda dapdap tis, digiling, diurapkan. 


Tuju bengang (keluar darah dari dubur). Sarana : kulit pohon cempaka (Michelia champaca L. Magnoliaceae) kulit pohon mangga hijau, lalu digiling dengan batu, diperas, rempah-rempah genap, digiling, dicampur air cendana (Santalum album L. Santalaceae) yang digosok dalam air, minyak kelapa gula, dikelola dalam kuali besi, seperti membuat dodol, diminum. 




Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#pengobatan #balinese #upacara #hindu #tradisi