DENPASAR, BALI EXPRESS-Teknik penyembuhan kuno, Crystal Healing, menggunakan media batu kristal masih eksis di era modern ini. Bahkan kian diminati sebagai upaya alternatif.
Master Crystal Healing Bali, Jero Made Bayu Gendeng, mengatakan, saat ini metode pengobatan Crystal Healing menjadi salah satu metode pengobatan yang diminati masyarakat. “Tidak saja di masyarakat Bali, tapi juga masyarakat dari seluruh dunia. Bahkan dalam dunia pengobatan komplementer, Crystal Healing adalah metode pengobatan yang lazim digunakan,” jelasnya.
Lantas, apa itu Crystal Healing ? Jro Bayu Gendeng menjelaskan, Crystal Healing merupakan teknik penyembuhan alternatif, mental, meditasi, intuisi yang mengarah pada psikis seseorang dengan menggunakan kristal.
Bebatuan kristal ini digunakan sebagai media penyembuhan, karena memiliki aliran energi untuk membersihkan energi negatif.
Cara kerja teknik pengobatan Crystal Healing, lanjut Jro Bayu Gendeng, yakni dengan cara menyerap energi. Karena setiap batu kristal yang digunakan memiliki kemampuan menyerap berbagai macam energi dari alam, baik itu dari komponen seperti bulan, matahari, panas bumi, dan lain sebagainya.
Selain itu, energi lain yang juga bisa diserap kristal ini adalah kadungan mineral yang secara alamiah dimiliki batuan tersebut. Energi yang terserap ini selanjutnya bisa dipancarkan dan sifatnya stabil, sehingga mampu membantu proses penyembuhan berbagai macam penyakit.
Jro Bayu Gendeng menjelaskan, sekitar tahun 1800-an silam, para pakar ilmu pengetahuan sudah membuktikannya secara ilmiah melalui pengujian laboratorium. “Hasilnya saat ini kami bisa menggunakan skala Mohs untuk mengukur kekerasan dan energi dari batu kristal tersebut,” lanjutnya.
Selain itu, dari hasil pengujian itu, dapat diketahui bahwa ada efek Piezoelektrik dan Piroelektrik yang bersifat saling memengaruhi dengan vibrasi energi dalam tubuh.
Nah, ketika tubuh mengalami gangguan, semisal terkena penyakit tertentu, maka energi dari kristal inilah yang akan membantu menstabilkan kembali energi tubuh, sehingga penderitanya bisa sehat kembali.
Adapun cara penyembuhan Crystal Healing ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, namun yang umum dilakukan adalah dengan meletakkan langsung kristal-kristal ke titik-titik yang dinamakan chakra. Pada tubuh manusia ada tujuh chakra yang menjadi fokus, yaitu chakra utama, jantung, seks, ajna, tenggorokan, solar plexus, dan mahkota.
Master Crystal Healing Bali, Jero Made Bayu Gendeng, mengatakan, ada beberapa manfaat yang bisa diberikan dengan pengobatan Crystal Healing. Mulai menghilangkan racun yang ada dalam tubuh hingga memaksimalkan fungsi organ.
Selain itu, metoda pengobatan ini juga bisa membersihkan darah, meningkatkan daya penglihatan, menyembuhkan ruam, mendorong terjadinya pertumbuhan jaringan, mengurangi nyeri sendi, mengurangi rasa cemas, meringankan depresi. Juga atasi gangguan pernapasan, hiperaktif dan berbagai penyakit yang berhubungan dengan infeksi kulit.
Tidak itu saja, penyembuhan dengan Crystal Healing ini, dikatakan Jro Bayu Gendeng, juga menjadi salah satu metode pengobatan bagi yang memiliki gangguan black magic.
“Ada beberapa serangan black magic yang bisa disembuhkan dengan Crystal Healing, seperti bebai, guna-guna, santet hingga pelet,” ungkapnya.
Untuk mengobati penyakit akibat serangan black magic ini dengan menggunakan Crystal Healing, Jro Bayu Gendeng menyebutkan, tidak saja menggunakan media batu kristal saja, namun juga harus diikuti dengan pengetahuan si penyembuh.
Ada beberapa jenis batu yang bisa digunakan untuk terapi seseorang yang terkena serangan black magic (ilmu hitam) ini, dengan menggunakan jenis batu fosil. “Atau dalam budaya Bali lebih dikenal dengan Les (batu yang terbentuk dari pohon yang sudah membatu selama ribuan tahun). Les ini bisa juga digunakan sebagai media mengobati seseorang yang terkena cetik,” pungkasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya