Adapun rute yang dilalui yakni dari depan Jro Gede Taensiat menuju arah selatan di Jalan Veteran. Kemudian setelah sampai di Catur Muka, ogoh-ogoh menuju ke arah selatan di Jalan Udayana atau melintas di depan Kodam IX/Udayana.
Setelah sampai di perempatan Jalan Udayana-Jalan Debes-Jalan Sutoyo-Jalan Hasanuddin, ogoh-ogoh kemudian berbelok ke arah barat (Jalan Hasanuddin) untuk menuju Puri Pemecutan. Selanjutnya, setelah berada di perempatan Jalan Diponegoro-Jalan Sumatera-Jalan Hasanudin, ogoh-ogoh lurus ke barat menuju Jalan Thamrin atau tepat di barat Puri Pemecutan.
Dalam prosesnya memang sedikit terkendala karena jalan yang dilalui tidak terlalu lebar serta di bahu jalan banyak terparkir kendaraan roda empat. Akibatnya ogoh-ogoh sedikit tertahan dan butuh waktu untuk melintas dengan sempurna. Selain kendaraan, terhalang juga kabel listrik serta telepon yang melintang yang harus ditinggikan.
Ogoh-ogoh Cupak ini memiliki tinggi 5 meter termasuk alas. Pengerjaannya dilakukan di dua tempat yakni di Tampaksiring, Gianyar dan di Jro Gede Taensiat, Denpasar. Ogoh-ogoh ini merupakan kolaborasi dua seniman yakni Ida Bagus Nyoman Surya Wigenam atau Gusman serta Nyoman Gede Sentana Putra atau Kedux.
Setelah tiba di depan Puri Pemecutan, di hari yang sama ogoh-ogoh kembali diarak dengan melintasi rute Jalan Thamrin-Jalan Gajah Mada-Jalan Udayana-Jalan Hasanuddin dan kembali ke Puri Pemecutan.
Sebelumnya, Sekretaris Warga Ageng Puri Pemecutan, I Gusti Ngurah Made Suratma mengatakan ogoh-ogoh Cupak dibuat di Jro Gede Taensiat karena Jro Gede Taensiat dianggap moncol Puri Pemecutan, sehingga tetap dilibatkan.
"Ogoh-ogoh ini merupakan bagian dari pemuspaan dan memang tradisinya setiap pelebon Ida Cokorda si Puri Pemecutan selalu menggunakan ogoh-ogoh," ujarnya kala itu.
Ditambahkannya, tidak selalu pelebon di Puri Pemecutan menggunakan ogoh-ogoh, kecuali yang telah dinobatkan sebagai raja atau Ida Cokorda.
Sebelum dipindahkannya ogoh-ogoh dan pengarakan, pada pagi hari di hari yang sama diawali dengan Manah Toya Ning dengan melewati Jalan Thamrin ke utara menuju Jalan Setia Budi kemudian Jalan Kumbakarna menuju Jalan Kartini di Pura Taman Beji Blong. Setelah itu dilakukan upacara mesucian di Pura Taman Badung. Editor : I Putu Suyatra