Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tenun Ikat Desa Julah, Digunakan untuk Upacara Dewa Yadnya hingga Manusa Yadnya

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 9 Februari 2022 | 14:06 WIB
Kelian Adat Desa Julah, Ketut Sidemen. (I Putu Mardika/Bali Express)
Kelian Adat Desa Julah, Ketut Sidemen. (I Putu Mardika/Bali Express)
Tak hanya dijadikan sebagai pakaian sehari-hari oleh masyarakat Julah. Namun kain tenun tradisional juga menjadi sarana ritual yang tidak bisa tergantikan dengan kain tradisonal lainnya. Tak pelak, kain ini menjadi hal penting yang wajib ada saat ritual.

Dikatakan Kelian Adat Desa Julah, Jro Ketut Sidemen, ada sejumlah ritual yang menggunakan kain tenun ikat ini. Seperti upacara Dewa Yadnya, Manusa Yadnya dan pitra yadnya. Sebut saja saat Upacara Dewa yadnya, kain tenun digunakan untuk membungkus banten sesayut.

Begitu juga saat upacara manusa yadnya. Sarana ini dipakai saat ritual Memarek, Mepaum, Nyampi maupun upacara Memanes. Upacara ini memang menjadi ciri khas di Desa Julah. Mepaum bisa dimaknai sebagai lanjutan dari upacara memarek. Secara makna, memarek sebagai upaya merapatkan krama agar memberikan saksi secara skala dan niskala di Pura Kahyangan Tiga, yang diikuti oleh dulun-dulun desa, nyarikan desa, perbekel dan krama desa. Mepaum sering dilaksanakan saat Sasih Kapat dan Kalima.

Kemudian ritual Nyampi menjadi upacara yang terakhir dijalani seorang calon Jro Balian. Nyampi dimaknai sebagai kata nampi yang berarti menerima pengetahuan spiritual secara niskala. Nyampi juga diartikan sebagai penutup, sehingga dimaknai sebagai syarat akhir yang wajib dilalui seorang jro Balian.

Nyampi dilaksanakan di Pura Pengaturan. Pura ini terletak di hutan Desa Adat Julah. Bahkan, secara fungsi, Pura Pengaturan ini menjadi tempat suci untuk melakukan upacara pawintenan. Sarana yang digunakan juga adalah hewan sapi.

” Saat upacara itu Wajib menggunakan kain tenun ikat buatan Julah dan tidak bisa tergantikan. Banyak dari masyarakat kami yang terpaksa membeli kepada pengrajin karena memang tidak paham cara membuatnya,” pungkasnya. (habis) Editor : I Dewa Gede Rastana
#sarana upakara #desa julah #upacara manusa yadnya #tenun ikat #dewa yadnya