Samar merupakan makhluk yang memiliki perwujudan menyerupai manusia pada umumnya. Tidak ada yang membedakan wujud manusia dan Samar secara fisik. Akan tetapi sebagian Samar tidak memiliki lekukan di atas bibir dan di bawah hidung. Samar juga dapat mengubah wujudnya menjadi seseorang yang diinginkan.
Jero Dasaran Alit mengungkap, Samar terbentuk dari roh manusia yang meninggal dengan cara tidak wajar, seperti bunuh diri. Sebab orang yang mengakhiri hidup sebelum waktunya, rohnya tidak akan diterima dengan baik dan akan menjadi arwah gentayangan. “Ketika arwah ini tidak mendapatkan tempat yang layak, ia akan memanfaatkan tempat-tempat seperti pohon atau rumah-rumah kosong sebagai tempat tinggal,” jelasnya.
Makhluk astral lainnya, papar Jero Dasaran Alit, adalah Gamang. Menurutnya, Gamang memiliki kesamaan dengan Samar, terutama wujudnya yang menyerupai manusia. Hanya saja Gamang ada yang tidak memiliki anggota tubuh lengkap. “Kalau Gamang itu memiliki cacat fisik, bisa tidak memiliki tangan, tidak memiliki kaki dan ia suka menempati pohon-pohon bambu yang rimbun,” ungkapnya. Gamang inilah yang biasanya menyembunyikan manusia.
Selanjutnya adalah Memedi. Makhluk halus ini memiliki perwujudan hampir sama dengan Samar, tetapi bisa mengubah wujudnya menjadi makhluk cantik, seram, perwujudan berbagai macam binatang. Memedi juga suka menyembunyikan orang jika wilayahnya diganggu.
“Memedi memiliki perwujudan yang lebih seram dan suka menakut-nakuti manusia. Dia tidak dapat membunuh, tetapi hanya menyembunyikan manusia,” jelasnya.
Terakhir, terang Jero Alit, adalah makhluk astral berupa Banas. Banas sama dengan rencangan, bisa berbentuk makhluk hitam besar, gendruwo, maupun wujud manusia dengan taring, dan bisa berbentuk hewan. “Banas merupakan rencangan Ida Bhatara yang berada di areal-areal suci,” ungkapnya. Editor : Nyoman Suarna