Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gerakan Mudra, Dialog Bisu Tubuh Bermakna Satyam, Siwam, dan Sundaram

I Komang Gede Doktrinaya • Sabtu, 11 Juni 2022 | 18:27 WIB
MUDRA : Salah satu posisi Mudra dan Dosen Filsafat Hindu, STAHN Mpu Kuturan Ayu Veronika Somawati. I Putu Mardika/Bali Express/PNG
MUDRA : Salah satu posisi Mudra dan Dosen Filsafat Hindu, STAHN Mpu Kuturan Ayu Veronika Somawati. I Putu Mardika/Bali Express/PNG
BULELENG, BALI EXPRESS-Mudra diartikan sebagai gerak tangan atau jari dalam hal penyembahan kepada Tuhan. Mudra tak hanya dikenal di Agama Hindu saja. Tetapi juga pada Agama Buddha sebagai mantra yang divisualkan dalam bentuk gerak.

Gerakan Mudra memiliki makna satyam, siwa, dan sundaram ini dianalogikan seperti orang bisu yang sedang berkomunikasi dengan anggota tubuhnya. Mudra juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Dosen Filsafat Hindu, STAHN Mpu Kuturan Ayu Veronika Somawati mengatakan, Mudra adalah ritual gerak yang simbolik dalam Agama Hindu dan Budha. Mudra dilakukan oleh seluruh tubuh, kebanyakan ditunjukkan dengan tangan dan jari jemari.

Mudra di dalam bahasa Sansekerta diartikan sebagai tanda, cap atau gerakan. Jika dilihat dari urat akar kata Mud yang berarti bergembira atau girang, keriangan, kesenangan maupun membersihkan.

“Gerakan simbolik ini dilakukan dengan penuh rasa kegembiraan yang memiliki tujuan sebagai pembersihan. Sementara beberapa mudra melibatkan seluruh tubuh, sebagian besar dilakukan dengan tangan dan jari,” ungkapnya, belum lama ini.

Setiap melihat pandita ketika melakukan pemujaan, di samping melantunkan puja mantra dengan iringan suara genta, juga pada beberapa puja mantra diuncarkan sambil menggerakkan kedua tangannya melakukan Mudra.

“Jika dilihat sangat indah dan memunculkan kesakralan yang tinggi. Keindahan dan kesakralan itu sesuai landasan umat Hindu dalam menjalankan agamanya yang selalu berlandaskan satyam, sivam, sundaram atau kebenaran, kesucian, keindahan,” paparnya.

Setiap gerakan Mudra yang dilakukan dengan menampilkan pose tertentu adalah simbol yang melambangkan kekuatan Tuhan dengan berbagai manifestasinya atau Ista Dewata dan dengan maksud memuja.

Oleh sebab itu, tentu ini merupakan unsur satyam,  juga melakukan berlandaskan sivam (kesucian) dengan proses sakralisasi diri terlebih dahulu, untuk menuju sundaram atau keindahan.

“Jika kata-kata atau puja mantra dirasakan tidak cukup, mereka menambahkan dengan gerakan dan ekspresi tubuh untuk mengartikulasikan makna dari kata-katanya,” paparnya.

Jika mudra pandita dilakukan saat memimpin upacara, maka ada juga gerakan Mudra yang bisa untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. “Meskipun hanya tampak melipat lipat jari saja, namun gerakan Mudra jika dipraktikkan secara baik dan benar dan konsisten maka sangatlah berpengaruh pada tubuh secara keseluruhan dan memberikan kesehatan,” sebutnya.
  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Dialog Bisu Tubuh #Sundaram #Dosen Filsafat Hindu #balinese #Satyam #Siwam #Gerakan Mudra #hindu #pura #Ayu Veronika Somawati #budaya #tradisi #Fungsi Mudra #STAHN Mpu Kuturan