Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Boreh Kare Ramuan Ampuh untuk Obati Luka Korban Perang Pandan

I Komang Gede Doktrinaya • Jumat, 24 Juni 2022 | 21:26 WIB
BOREH KARE: Luka perang pandan langsung diobati dengan boreh kare. I Wayan Adi Prabawa/ Bali Express
BOREH KARE: Luka perang pandan langsung diobati dengan boreh kare. I Wayan Adi Prabawa/ Bali Express
KARANGASEM, BALI EXPRESS -Geret Pandan atau Perang Pandan atau Mekare-kare, kembali dilegar warga Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem, Kamis (23/6). Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap satu tahun sekali, tepatnya pada sasih kalima kalender Tenganan Pegringsingan.

Dalam Perang Pandan, para pemain yang memegabg senjata pandan berduri tidak boleh mengenai bagian di atas leher. Tetapi, apabila itu dikenai secara tidak sengaja, para pemain harap maklum, dan tidak ada dendam.

Setelah mmelaksanakan tradisi Perang Pandan, mereka yang jadi korban, tubuhnya tergores akan mengeluarkan darah. Itu tak lepas dari kerasnya gesekan duri pandan yang dilakukan oleh lawan.

Meskipun mengalami luka hingga darah berceceran di badan, yang mengikuti prosesi tersebut tidak perlu khawatir.  Sebab akan diberikan obat berupa boreh kare. Boreh tersebut dioleskan ke seluruh luka yang disebabkan oleh Perang Pandan tersebut.
Boreh dibuat oleh para daha, terutama Daha Nyoman.

Salah satu Klian Desa Tenganan Pegringsingan, I Putu Yudiana yang ditemui seusai Perang Pandan menyebutkan, boreh tersebut dibuat dari kunyit, lengkuas, serta cuka tahunan. Artinya, cuka tersebut telah didiamkan dalam kurun waktu minimal satu tahun.

Boreh tersebut bisa dikatakan cukup manjur, karena selain bisa menyembuhkan, cairan yang berwarna kuning itu pun bisa menghilangkan bekas luka. “Satu hari sudah kering, satu minggu sudah sembuh. Bahkan kalau satu bulan sudah tidak berbekas lagi,” terangnya.

Namun, ketika baru diolesi boreh tersebut, para peserta terlihat sangat gelisah. Ternyata itu pengaruh dari cuka tersebut. Tetapi, sebelum itu dioleskan ke tubuh, boreh tersebut lebih dulu dihaturkan di tempat Mekare-kare. “Dihaturkan lebih dulu di Patemu dimana tempat Mekare itu dilaksanakan,” tandasnya. (dir)

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#perang pandan #I Putu Yudiana #Desa Tenganan Pegringsingan #bali #Klian Desa Tenganan Pegringsingan #balinese #adat #hindu #pura #budaya #tradisi