Pentas di Gedung Natya Mandala ISI, Denpasar, Wayang Kulit Calonarang dengan Jro Dalang Sang Made Hendra Dwipayana itu merupakan duta Kabupaten Bangli.
Wayang Kulit Calonarang merupakan pementasan yang identik dengan cerita panyalonarangan. Mulai dari alur ceritanya maupun teknik pementasan wayangnya memiliki daya tarik sendiri bagi penontonnya. Tak jarang juga Wayang Kulit Calonarang ngundang leak.
Sang Made Hendra Dwipayana mengatakan, pementasan wayang kulit calonarang biasanya digelar saat prosesi upacara di pura. Termasuk dalam kegiatan lainnya yang masih ada kaitan dengan agama, tradisi, adat dan budaya. Sama seperti halnya pementasan wayang pada umumnya.
“Kapan cocoknya dipentaskan? sebenarnya sah-sah saja Wayang Calonarang dipentaskan di pura maupun pentas di bale banjar. Bedanya dengan wayang pada umumnya hanya mencirikan saat memainkan linting yang membuat hidup pementasan Wayang Calonarang,” ungkapnya.
Menurutnya, Wayang Kulit Calonarang juga ceritanya harus tentang calonarang. Sementara kalau panyalonarangan boleh mengambil cerita di luar itu.
Panyalonarangan kalau sudah ada cerita unsur Durga, sudah bisa dikatakan panyalonarangan. Salah satunya ada isi cerita munculnya Dewi Durga memberikan pangeruwatan. Sehingga tidak disalahartikan calonarang dan panyalonarangan.
Pria asli Tembuku itu menegaskan, pementasan Wayang Kulit Calonarang juga lumrah dengan mengundang leak. Itu merupakan salah satu ciri khasnya. Hanya saja dalam pementasan kali ini, dirinya lebih menonjolkan teknik ngelintingnya (teknik memainkan pencahayaan di balik kelir), bukan mengundang leaknya. Sebab, dalam pementasan Wayang Kulit Calonarang, ngelinting ini penting, bukan blencongnya dimainkan, tapi linting itu digerakkan. Sehingga pementasan akan tampak lebih terasa mistis.
“Ini Wayang Calonarang dengan cerita panyalonarangan diiringi menggunakan gambelan gender empat. Sebab kriterianya begitu (gender empat). Kalau biasanya Wayang Calonarang kan gambelan batel,” papar Sang Made Dwipayana.
Ia pun kembali menegaskan, pementasan kali ini tetap ada ngundang leak untuk edukasi. Sebab menurutnya, leak banyak kaitannya dengan kehidupan. “Leak kaitannya dengan diri sendiri. Karena di dalam diri kita sendiri ada istilah liak, yaitu saat kita emosi. Kita memfitnah orang, itu sudah bisa dibilang leak dari sekalanya,” paparnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya