Ada beberapa jenis alat yang digunakan oleh seniman untuk berkarya seperti kuas, pensil, kertas. Kertas sebagai media Baligrafi, pensil untuk membuat sketsa, kuas untuk memberikan efek pewarnaan tertentu pada baligrafi dan beberapa alat lain.
Dikatakan dosen Bahasa Bali STAHN Mpu Kuturan Made Susila Putra, bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni Baligrafi seperti cat acrylic.
Cat ini digunakan untuk membuat kesan transparan maupun plakat. Pada pewarnaan bentuk maupun background karya, beberapa cat ramuan merek lain bisa digunakan untuk memadukan efek ekspresi kesan hidupnya sebuah karya.
Pensil warna berfungsi untuk membuat sket maupun efek kombinasi utama dengan cat. Sifat pensil warna cukup banyak mengeluarkan gradasi warna merah, biru, sampai hijau.
Pensil warna cukup unik untuk seni Baligrafi. Ini dikarenakan pensil warna digunakan sebagai water colour. Jika pensil ini setelah dicoret-coret pada media kertas maupun kain yang disapu dengan kuas basah akan menimbulkan efek menjadi cat air. Pensil warna ini digunakan untuk pemberi aksen tertentu serta alat memindahkan sketsa ke bentuk-bentuk media lain.
Susila menyebut, kertas, kain, kanvas merupakan sebuah bahan sarana media ungkap untuk membentuk seni baligrafi. Berbagai macam kertas yang bisa digunakan. Seperti kertas concorde, buffalo, japan, manila dan lain-lain.
Kain dengan berbagai serat yang tebal, cat tidak bisa menembus batas media bawah karya. Serta kanvas juga dengan segala ukuran dengan sifat serat padat, tebal dan persegi empat untuk mengurangi serapan air, untuk memunculkan efek kepadatan warna dan lain-lain.
Pentingnya teknik dalam Baligrafi berfungsi untuk memperkaya ekspresi serta menambah nilai artistik karya. Teknik yang relevan dalam Baligrafi digunakan adalah teknik transparan, plakat, dusel, arsir serta lelehan.
Ia menegaskan, Baligrafi merupakan konsep rasa yang sangat indah ketika kita memandangnya. Perakitan berbagai aksara memunculkan Sang Kalangwan. “Rasa estetis yang sangat tinggi. Jika karya Baligrafi diikuti sebuah ritual agama akan berfungsi sakral, begitu sebaliknya jika dipakai hiasan atau tidak diikuti sarana ritual akan berfungsi seni,” pungkasnya.
, Editor : I Komang Gede Doktrinaya