Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hidupkan Daya Niskalanya, Minyak Cukli Ampuh Jadi Penawar Cetik

I Komang Gede Doktrinaya • Senin, 1 Agustus 2022 | 19:00 WIB
SARANA USADA : Cukli dikenal ampuh sebagai sarana usada, salah satunya untuk penawar cetik. Ist
SARANA USADA : Cukli dikenal ampuh sebagai sarana usada, salah satunya untuk penawar cetik. Ist
BULELENG, BALI EXPRESS - Dalam pengobatan Bali atau lebih dikenal dengan usada Bali, obat berasal dari binatang (Sato Pramana) memang banyak diungkap selain Taru Pramana atau pengobatan berbahan tumbuh-tumbuhan. Salah satunya melalui pengobatan dengan sarana Cukli yang merupakan hewan hidup di laut.

Penekun Usada Bali Gede Sutana mengatakan, Cukli (Nautilus Pompilius) merupakan hewan laut yang berasal dari keluarga Cephalopoda. Wujud Cukli ini menyerupai campuran antara siput dan cumi-cumi.

Dikatakan seperti siput, karena Cukli memiliki cangkang yang keras dan berbentuk melingkar. Layaknya cumi-cumi, lantaran memiliki tentakel-tentakel kecil di kepalanya. Habitat hidup dari Cukli ini ialah pada dasar laut Indo-Pasifik yang memiliki kedalaman maksimal 500 meter.

Cukli mampu tumbuh hingga mencapai panjang 20 centimeter. Cukli berkembang biak dengan bertelur. Cukli betina akan melampirkan telur yang telah dibuahi di batu atau karang pada perairan dangkal. Telur itu membutuhkan waktu 8-12 bulan untuk berkembang sampai 30 milimeter.

Cukli betina bertelur sekali per tahunnya dan meregenerasi organ reproduksi mereka. Masa hidup Cukli berkisar antara 15-20 tahun, bahkan bisa sampai melebihi 20 tahun.

Sutana yang juga akademisi di STAHN Mpu Kuturan Singaraja ini mengatakan, dalam lontar Usada Cetik, Cukli dikatakan mampu mengobati penyakit yang disebabkan oleh cetik (racun buatan manusia). Cetik merupakan salah satu penyakit yang umum dikenal oleh masyarakat Bali.

“Cetik dapat dibuat dari bahan tumbuhan, binatang, mineral maupun benda-benda logam. Beberapa jenis cetik yang umum dikenal masyarakat antara lain cetik reratusan, cetik kerikan gangsa, cetik gringsing, cetik medang api,” paparnya.

Penggunaan Cukli sebagai obat penawar cetik dalam usada Bali, secara umum yang digunakan adalah daging Cukli yang diolah menjadi minyak. Kemudian dicampur dengan berbagai bahan lainnya sesuai jenis cetik yang diderita oleh pasien.

Cara mengolah Cukli menjadi minyak tidak dilakukan sembarangan, seperti halnya mengolah minyak dari hewan biasa.

Agar bisa diolah menjadi bahan obat berkhasiat menyembuhkan penyakit, diperlukan tata cara pembuatan atau pengolahan obat secara usada Bali.

Dikatakan Sutana, untuk mengolah daging Cukli menjadi obat penawar cetik, dalam pengobatan Usada Bali ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Diantaranya menentukan hari baik (wariga) memulai proses pembuatan minyak Cukli agar nantinya berkhasiat sebagai obat.

Selanjutnya memperhatikan sarana prasarana yang diperlukan. Seperti penggunaan berbagai jenis nyuh (kelapa). Umumnya terdapat berbagai jenis kelapa yang berkhasiat obat dan bisa dijadikan bahan campuran dalam pembuatan minyak. Seperti nyuh gadang, nyuh gading, nyuh mulung, nyuh udang, nyuh bulan, nyuh sudamala, dan nyuh rangda.

Berbagai jenis kelapa ini diolah terlebih dulu menjadi minyak. Setelah itu dicampurkan dengan daging cukli melalui proses pemanasan menggunakan wajan agar senyawa yang terkandung pada Cukli menyatu dengan minyak. “Sampai pada proses ini, minyak Cukli belum bisa digunakan,” katanya, mengingatkan.

Minyak Cukli yang telah selesai diolah disimpan dalam botol kaca atau bisa juga dalam periuk tanah liat dan ditutup rapat selama 21-42 hari. Semakin lama proses penyimpanan, semakin baik karena senyawa yang terkandung pada minyak kelapa akan bercampur maksimal dengan senyawa yang terkandung dalam daging Cukli.

Sebelum digunakan sebagai penawar cetik, hal yang perlu diperhatikan adalah proses nguripin atau pasupati minyak cukli. Nguripin atau pasupati ini dilakukan dengan tujuan menghidupkan atau membangkitkan kekuatan obat yang telah dibuat, baik secara sekala maupun niskala.

“Proses nguripin dilakukan dengan menggunakan sarana canang sari atau pajati dan beberapa sarana tambahannya. Setelah minyak Cukli dipasupati, baru bisa digunakan sebagai obat penawar cetik,” paparnya. Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Gede Sutana #bali #Penawar Cetik #balinese #adat #hindu #Minyak Cukli #tradisi