Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Yadnya yang Baik Lascarya, Pamer Kemewahan Jadi Rajasika

I Komang Gede Doktrinaya • Senin, 12 September 2022 | 12:58 WIB
Serati banten Jro Ketut Utara. Ist
Serati banten Jro Ketut Utara. Ist
BULELENG, BALI EXPRESS -Dalam ajaran agama Hindu, yadnya yang dikatakan baik adalah yadnya yang tulus ikhlas dan tanpa pamrih. Agar yadnya tersebut memiliki kualitas yadnya yang baik, efektif dan efisien, maka yadnya tersebut harus sesuai dengan sastra.

Dikatakan serati Jro Ketut Utara, sraddha yaitu yadnya harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Kemudian sikap lascarya, yaitu yadnya yang dilaksanakan dengan tulus ikhlas tanpa pamrih sedikitpun.

“Sastra juga penting, karena pelaksanaan yadnya yang sesuai dengan sumber-sumber sastra yang benar,” kata Utara.

Selanjutnya adalah daksina yang diartikan agar yadnya yang dilaksanakan dengan sarana upacara serta punia kepada pamuput yadnya atau manggala yadnya. “Harus juga ada mantra dan gita yaitu dengan melantunkan doa-doa dan kidung suci sebagai pemujaan,” jelasnya lagi.

Ada pula annasewa yang dimaknai dengan  memberikan jamuan kepada tamu yang menghadiri upacara yadnya yang dilaksanakan. Jamuan ini penting karena tamu yang datang ikut mendoakan pelaksanaan yadnya agar berjalan lancar.

Dengan jamuan, maka karma dari para tamu undangan menjadi milik sang yajamana. Sedangkan nasmita diartikan yadnya yang dilakukan tidak adanya unsur memamerkan kekayaan atau kemewahan. “Jangan beryadnya dengan niat untuk pamer. Karena itu adalah yadnya yang bersifat rajasika,” tutupnya. Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#ritual #bali #balinese #Cuntaka #adat #Ini Etika Membuat Banten #Rajasika #Jro Ketut Utara #hindu #pura #Serati Banten #tradisi #Lascarya